Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 19/V/12 - 18 Juli 1975
   
Fokus Kita

Kenakalan zaman ini

Kenakalan remaja meningkat disebabkan karena pengaruh lingkungan, pengangguran, keretakan rumah tangga sikap orang tua, dan sebagainya. bentuk dan jenisnya sama sepanjang zaman tergantung sarana yang digunakan. (fk)

UMPAMANYA anda termasuk orang yang terlibat dalam kenakalan
remaja - misalnya salah-seorang anak atau barangkali famili maka
anda memang patut diberi simpati. Sebab soalnya memang tidak
mudah. Misalnya, kata seorang ahli, orang sering lupa bahwa
perbuatan nakal bagi anak-anak sebenarnya proses hidup yang sama
saja perkembangannya dengan perbuatan yang tidak nakal. Sehingga
kenakalan memang harus ditanggulangi dengan serius, tapi
sementara itu tidak layak pula dibesaf-besarkan.

Pada akhirnya persoalannya memang tak lain dari pengertian
orangtua ataupun mereka yang lebih tua, selain lingkungan.
Contoh yang sangat menyedihkan ialah bila sampai seorang
anakyang sudah tergolong "residivis"--misalnya mengatakan: "Saya
akan tetap mengisap morfin, sebab hidup saya ternyata tidak
berguna baik menurut orangtua maupun masyarakat". Dan ini banyak
terjadi.

Toh apa yang disinyalir sebagai kenakalan remaja hakikatnya soal
yang ulang-berulang juga--meskipun boleh menjadi makin ruwet
berkat makin kompleksnya cara hidup dan timbulnya apa yang
sering disebut jurang-jurang. Pengaruh lingkmgan, keretakan
rumahtangga, kekurangan pengertian atau bahkan ketidak-pedulian
orangtua, dan sangat penting adalah masalah pengangguran di
kalangan remaja--selalu dari itu ke itu juga sebab-sebabnya. Pun
perbedaan antara kenakalan 'zaman dulu' dan kenakalan
akhir-akhir ini agaknya hanya dalam bentuk dan jenis tergantung
dari "fasilitas dan sarana"nya.

Tapi justru karena itulah, mengetengahkan problim ini bagi kami
bukan semata-mata didorong oleh kasus-kasus paling akhir -- yang
masih bisa dipertimbangkan sampai seberapa jauh sebenarnya telah
menanjak -- tapi karena ia satu gejala yang sudah tentu selalu
hidup, meskipun ada masa pasang-surutnya menurut grafik. Laporan
ini - yang ditulis secara utuh oleh Harun Musawa, dengan bantuan
pengumpulan bahan dari Slamet Djabarudi serta Mujadil dari
bagian Dokumentasi -- merasa perlu menampilkan di bagian pertama
perkembangan cara-cara penanggulangan pada tahun-tahun paling
akhir. Sedang judul berikutnya dipergunakan secara sepintas
untuk menggambarkan medan konkrit berikut tanggapan-tanggapan
dari mereka yang bertugas di lapangan. Nah, merenungkan masalah
ini, kadangkadang orang memang terfikir: betulkah tidak ada
sesuatu yang pahit di belakang gejala-gejala yang tampaknya
sepele itu?


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data