Menguji Merpati Tahun depan Merpati akan mengadakan penerbangan di seluruh Indonesia. Kini ada 28 pesawat Merpati, dan tahun ini melayani penerbangan Denpasar-Manila sebagai uji coba selama satu tahun. |
MERPATI yang mulai mengarungi angkasa Indonesia sejak 1962 di
Irian Jaya, tahun depan bermaksud untuk memasuki setiap pelosok
tanah air Indonesia. Kini pesawatnya berjumlah 8 dan tahun ini
juga bakal ditambah 11 lagi. Itulah yang disebut-sebut rencana
menghubungkan jarak antara Sabang-Merauke. Walaupun selama ini
serpati baru menerbangi jarak antara Medan dan Merauke, Santoso
cukup berbesar hati dengan hasil yang sudah dicapai oleh
Merpati. Bukan saja jmlah jam terbang yang bakal meningkat dari
37.780 jam (1974) ke 80.000 jam. Tapi juga produksinya
diharapkan naik dari 4 juta ton kilometer (1974) menjadi 70 juta
ton kilometer. Penumang yang sudah diangkut sejumlah 15.000
(1974) diharapkan bakal menjadi 650.000 orang pada tahun 1975.
Semuanya itu tanpa membeli pesawat lermesin jet-penuh sendiri
Pihak kata Santoso Dirut Merpati Nusantara: "INA terikat pada
ketentuan pemerintah".
Kalau Mandala Air Service merasa ketiban pulung dengan
ditutupnya lin carter antara Singapura-Denpasar, maka kini
Merpati beruntung bisa melayani lin carter antara
Manila-Denpasar. Seperti juga Mandala dahulu, Merpati pun
menyewa pesawat fulljet BAC: III Arun", dari Pelita Air Service.
Untuk itu kabarnya Pelita sudah mendapat pengamanan untuk bisa
melayani trayek itu selama satu tahun mendatang, Maksudnya untuk
mencoba kegesit Merpati. Kalau hasil kerja mereka cukup
meyakinkan, mungkin saja masa setahnn akan diperpanjang lagi.
Hanya sayangnya lin Manila-Denpasar bukan termasuk lin yang
gemuk, karena yang naik dari Manila cuma orang-orang asinn yang
singgah di sana. Orang Filipina sendiri agak sukar bepergian ke
luar negeri, akibat larangan Marcos bagi setiap Filipino yang
hanya boleh membawa dolar ke luar negeri sampai jumlah tertentu
saja.
Perang Korting
Nah, dalatm rangka menjual jasa Merpati sebanyak-banyaknya itu
minggu ke tiga April yang lalu telah -diadakan kursus kilat
bagi agen-agen Merpati di hotel Borobudur Program mirip seminar
ini dimaksudkan untuk menyeragamkan kerja dari para agen. Karena
umumnya para agen itu adalah orang yang ahli di bidangnya,
banyak yang bertanya tanya: "Kita ini mau diajari apa lagi?".
Tapi menurut Santoso, "banyak yang masih perlu mendapat
penjelasan yang lebih terperinci". Lalu diakui oleh Santoso
tidak smua agen bekerja dengannya. Adapua yang nakal.
Kadang-kadang hasil penjualan tiket dengan sengaja terlambat
disetorkan pada Merpati.
Di kalangan agen sendiri terdengar keluhan. Terutama menyangkut
perang korting harga tiket di antara agen-agen itu,?, Potongan
itu berkisar antara 5% (agen kecil) hingga 8% (agen yang besar).
Ini berarti jumlah komisi yang 10% ya menjadi hak setiap agen
akan menjadi berkurang. Menurut ceritera seorang, yang
berpengalaman dalam hal agen-mengageni ini: "persaingan itu
biasanya akan menunjukkan bonafiditas agen. Agen yang kuat cukup
bisa hidup dengan sisa komisi yang 2% saja. Sang agen yang kecil
sudah sulit untuk hidup dengan sisa komisi yang 5% saja. Adapun
bagi penumpang hal ini tentu saja menguntungkan. Karena harga
tiket yang Rp 30 ribu cukup dibayar dengan Rp 28 ribu saja
(sebelum kenaikan tarif penerbangan baru-baru ini). 'Lah, mereka
kan mencari-cari kesulitan sendiri dengan persaingan itu", ujar
seorang pejabat Merpati. Tapi karena hidup-matinya Merpati
sebahagian besar bergantung pada kerja agen, makin banyak agen
yang lumpuh omzet Merpati bisa menderita pula.
|