Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 07/V/19 - 25 April 1975
   
Fokus Kita

Para Penyumbang Artikel Tempo

Ada beberapa nama baru penulis tetap Tempo. Mereka adalah: dr sudjoko, pengajar jurusan seni rupa itb, dr thee kian wie, asisten direktur leknas & staf lipi, sutjipto wirosardjono & h. mahbub djunaidi. (fk)

SEJAK beberapa waktu yang lalu ada nama-nama baru dalam
penyumbang tetap artikel untuk TEMPO. Agaknya kami perlu
memperkenalkannya kepada pembaca. Yang pertama adalah
Dr. Sudjoko. Dia mengajar pada jurusan Seni Rupa ITB (Bandung,
tentu saja), yang bagi para seniman atau peminat seni bukan nama
baru. Bagi khalayak yang lebih luas, namanya menjadi buah bibir
ketika melontarkan sinyalemen tentang gaya hidup "relax" di
kalangan generasi muda -- sesuatu yang mencemaskan. Dengan
latarbelakang senirupanya tak berarti Dr. Sudjoko cuma akan ter
"kerangkeng" oleh wilayah itu.

Dr. Thee Kian-wie sebetulnya sudah iukup sering menulis untuk
TEMPO. Asisten Direktur LEKNAS dan orang LIPI ini akhir-akhir
ini sibuk dengan penelitian tentang prospek ekonomi Indonesia
jangka panjang. Ahli ekonomi yang tak segan-segan mengantarkan
sendiri tulisannya ke kantor TEMPO yang rada jauh dari kantornya
ini merasa, bahwa banyak bahan yang ada padanya terasa perlu ia
sebarkan ke khalayak --berbagi dengan pembaca sekalian.

Dalam nomor ini anda akan menjumpai ahli statistik Sutjipto
Wirosardjono, seorang "komputer" di DKI yang ternyata, dari
Honolulu, dapat mengirimkan sebuah tulisan yang enak dibaca
tentang soal yang nampaknya sepele: secuil ilustrasi bagaimana
Panitia Anggaran sebuah DPRD bekerja. Di balik sedikit
angka-angka, ada humor.

Tentang H. Mahbub Djunaidi yang digemari itu tentulah tak perlu
perkenalan lagi. Juga Ras Siregar, sastrawan (novelis) yang
"gila" bridge. Dan tulisan-tulisan Bur Rasuanto belakangan ini
(permainan dengan gaya Art Buchwald, kata seormg pembaca)
dimaksudkan buat menyelingi kepala puyeng dengan senyum. Seperti
juga mulai munculnya gambar-gambar lelucon di rubrik Sidang
Pendapat, yang kami kumpulkan lari mana-mana--termasuk dari
Mesir. Dari Indonesia tentu kami harapka akan segera muncul.
* * *
LAPORAN utama nomor ini memang seharusnya tentang Indocina, tapi
dengan niat menyelingi banjir berita Vietnam yang masuk ke
kepala anda dari segala penjuru, kami tampilkan Ciang Kai-sek.
Apa yang dia alaminya paralel dengan apa yang dialami Lon Nol
dan mungkin Thieu.

Ditulis oleh Salim Said dan Goenawan Mohammad.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data