Para Penyumbang Artikel Tempo Ada beberapa nama baru penulis tetap Tempo. Mereka adalah: dr sudjoko, pengajar jurusan seni rupa itb, dr thee kian wie, asisten direktur leknas & staf lipi, sutjipto wirosardjono & h. mahbub djunaidi. (fk) |
SEJAK beberapa waktu yang lalu ada nama-nama baru dalam
penyumbang tetap artikel untuk TEMPO. Agaknya kami perlu
memperkenalkannya kepada pembaca. Yang pertama adalah
Dr. Sudjoko. Dia mengajar pada jurusan Seni Rupa ITB (Bandung,
tentu saja), yang bagi para seniman atau peminat seni bukan nama
baru. Bagi khalayak yang lebih luas, namanya menjadi buah bibir
ketika melontarkan sinyalemen tentang gaya hidup "relax" di
kalangan generasi muda -- sesuatu yang mencemaskan. Dengan
latarbelakang senirupanya tak berarti Dr. Sudjoko cuma akan ter
"kerangkeng" oleh wilayah itu.
Dr. Thee Kian-wie sebetulnya sudah iukup sering menulis untuk
TEMPO. Asisten Direktur LEKNAS dan orang LIPI ini akhir-akhir
ini sibuk dengan penelitian tentang prospek ekonomi Indonesia
jangka panjang. Ahli ekonomi yang tak segan-segan mengantarkan
sendiri tulisannya ke kantor TEMPO yang rada jauh dari kantornya
ini merasa, bahwa banyak bahan yang ada padanya terasa perlu ia
sebarkan ke khalayak --berbagi dengan pembaca sekalian.
Dalam nomor ini anda akan menjumpai ahli statistik Sutjipto
Wirosardjono, seorang "komputer" di DKI yang ternyata, dari
Honolulu, dapat mengirimkan sebuah tulisan yang enak dibaca
tentang soal yang nampaknya sepele: secuil ilustrasi bagaimana
Panitia Anggaran sebuah DPRD bekerja. Di balik sedikit
angka-angka, ada humor.
Tentang H. Mahbub Djunaidi yang digemari itu tentulah tak perlu
perkenalan lagi. Juga Ras Siregar, sastrawan (novelis) yang
"gila" bridge. Dan tulisan-tulisan Bur Rasuanto belakangan ini
(permainan dengan gaya Art Buchwald, kata seormg pembaca)
dimaksudkan buat menyelingi kepala puyeng dengan senyum. Seperti
juga mulai munculnya gambar-gambar lelucon di rubrik Sidang
Pendapat, yang kami kumpulkan lari mana-mana--termasuk dari
Mesir. Dari Indonesia tentu kami harapka akan segera muncul.
* * *
LAPORAN utama nomor ini memang seharusnya tentang Indocina, tapi
dengan niat menyelingi banjir berita Vietnam yang masuk ke
kepala anda dari segala penjuru, kami tampilkan Ciang Kai-sek.
Apa yang dia alaminya paralel dengan apa yang dialami Lon Nol
dan mungkin Thieu.
Ditulis oleh Salim Said dan Goenawan Mohammad.
|