Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 06/V/12 - 18 April 1975
   
Pokok dan Tokoh

Meninggal Dunia

Kepala direktorat III DKI, Aribasah, meninggal dalam kecelakaan mobil di purwosari ketika dalam perjalanan dari malang menuju pasuruan untuk melawat kuburan orang tuanya. Sopirnya juga meninggal. (pt)

JAM 11.00 pagi, Kepala Direktorat III (Kesejahteraan Sosial)
DKI, Aribasah SH (55 tahun) masib berbincang-bincang dengan
Gubernur H. Ali Sadikin tentang masalah penyempurnaan
pemberangkatan jemaah haji. Siangnya berangkat menuju Surabaya,
karena isteri dan anak-anaknya sedang berlibur di Malang. "Untuk
memberikan surprise pada isteri", kata salah seorang famili:
bahwa sang suami bisa lolos dari kesibukan kerjanya dan kumpul
berlibur dengan keluarga. Sang isteri sendiri kabarnya sedang
menghadiri reuni sekolahnya di Malang.

Begitu sampai Surabaya, menginap semalam. di rumah adiknya,
keesokan harinya tanggal 27 Maret pergi ke Malang. Bertemu
dengan isteri dan anak sebentar, Aribasah bermaksud melawat
kuburan orang tuanya di Pasuruan. Apa lacur, mobil sang adik,
sebuah Citroen, entah bagaimana telah menabrak sebuah pohon
asam. Di Purwosari, dalam perjalanan menuju Pasuruan, Ringsek.
Begitu juga penumpang di dalamnya: Aribasah dan seorang sopir.
Tampaknya sopir meninggal seketika dan Aribasah meninggal saat
ambulans yang membawanya menuju RS Bangil. Tanggal 28 Maret,
almarhum dibaringkan di samping kuburan ayahnya. Margono, di
kuburan masjid Agung Pasuruan. Almarhum meninggalkan seorang
isteri dan empat orang anak. Sebelum menduduki jabatan di
Direktolat III, Aribasah adalah Kepala Dinas Perumahan DKI.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Urip Widodo SH hadir dalam pemakaman.
Sudah tentu juga para pejabat setempat seperti Bupati dan
Walikota Pasuruan. Dalam timbunan karangan bunga terdapat pula
kiriman dari Presiden Suharto dan Nyonya, DPR/MPR, dan telegram
dukacita dari Jenderal Nasution. "Almarhum adalah manusia yang
baik sekali", kata Humas DKI Syariful Alam. "Maksud saya, dia
tidak pernah rewel dan jarang begita-begitu".


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data