Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 04/V/29 Maret - 04 April 1975
   
Ilmu dan Teknologi

Main-Main Atom

Reaktor batan di bandung telah menghasilkan 30 jenis isotop. Bersama pusat reaktor atom bandung, kini merencanakan pusat listrik tenaga nuklir (pltn). Uranium di Indonesia cukup potensial. (tek)

BEBERAPA - sarjana Barat yang coba menyelidiki masalah Fir'aun
Mesir - berhasil memasuki beberapa piramida. Mereka kagum -
hanya saat itu saja betapa hebatnya orang Mesir yang mampu
melakukan pengawetan mayat. Belum lagi harta peninggalan yang
boleh menggiurkan. Tapi sayang. Belum begitu lama mengagumi,
tiba-tiba peneliti itu mati seketika.

Timbul desas-desus penduduk. Mayat itu keramat! Tapi
sarjana-sarjana Barat tidak percaya. Penelitian serupa kembali
dilakukan Terjadi lagi kematian tanpa diketahui sebab utamanya.
Setelah berulang kali diselidiki baru ditemukan penyebabnya. Ada
medan radiasi dalam piramida Mesir itu. Tapi bagaimana mungkin
ribuan tahun yang lalu manusia telah menemukan atom?

Putih, Biru

Peristiwa serupa itu -- kendati tidak secepat proses kematian
dalam makam piramida Mesir -- bisa pula terjadi di laboratorium
pusat reaktor atom Bandung. Itulah sebabnya orang yang hendak
memasuki laboratorium dan reaktor Triga Mark 11 diberi alat
pencatat radiasi (geige cvunter) di kamar proteksi radiasi.
Setelah menaiki tangga reaktor Triga Mark II terlihat dengan
jelas jumlah isotop yang diproduksi. Warna airnya kebiru-biruan.
Sedangkan di dasa reaktor sendiri terlihat jelas warna putih di
mana terdapat uranium.

Radiasi? Ya. Tapi tidak berbabaya. Malahan dengan radiasi sinar
Canol dapat dilakukan pengawetan makanan. Penelitian lain
misalnya untuk disinfektasi beras yang pemakaiannya untuk stok
nasionai. Belum lagi untuk pembuatan bahan-bahan plastik untuk
pengolahan kayu. Untuk keperluan pemintalan pun sedang dilakukan
penelitian polimerisasi serat dengan radiasi bekerja. sama
dengan Institut Teknologi Tekstil, Bandung. Dalam bidang
kedokteran, radiasi gamma dapat dipakai untuk sterilisasi
alat-alat dan obat-obat kedokteran. Dalam waktu dekat pendirian
pabrik isotop sudah bisa diajukan pada swasta.

3000 Jam

Pemuliaan tanaman-tanaman kita kini memang perlu bibit unggul.
Bekerjasama dengan Lembaga Pusat Penelitian Pertanian di Bogor,
telah dilakukan penelitian pemuliaan tanaman padi IR-5, Pelita
dan MI dengan radiasi. Di Yogya bekerjasama dengan Fakultas
Pertanian Universitas GajahlMada dilakukan penelitian untuk
padi, tebu dan tembakau. Kemudian untuk memperoleh pengolahan
tekstil agar mendapatkan mutu yang lebih baik digunakan graft
pelimerisasi radiasi. Sedangkan untuk vulkanisasi karet alam
latex) dilakukan kerjasama antara BATAN dan ITT.

Terlalu banyak penelitian-penelitian lain yang sedang dan sudah
dilakukan BATAN di Bandung. Reaktnr itu telah melakukan 3.015
jam operasi dan telah menghasilkan 30 jenis isotop. Ini setelah
8 tahun operasi sejak 1965 sampai dengan 1973. Korea Selatan
baru menghasilkan 10 jenis isotop dalam 1.737 jam operasi selama
8 tahun. Jenis isotop radioaktif yang diproduksi ada yang
bernama Aurum 198 (emas kolloid), Bromium-82 (ammonium bromida -
zat padat), jodium-131 (Natrium Jodidal. Kalium, Natrium,
Phosphor, sulfur, Technetium, Hippuran, Oleic Acid, Rihsa, Rose
Bengal, Indium dan lain-lainnya.

Obyek dan subyek penelitian reaktor atom akan menghasilkan
panas, uap, turbin, generator dan listrik. Yang terakhir ini
kini jadi inti masaalah dunia dan Indonesia. Keperluan listrik
Indoneia tahun 2000 menurut Ir. Sutaryo Supardi, Direktur Pusat
Reaktor Atom Bandung bisa mencapai 64.000 MW. Atau 37,5% x
kapasitas tenaga air, panas bumi, batu bara, minyak dan nuklir.
Kemungkinan nuklir sebagai pembangkit tenaga listrik potensinya
cukup besar, karena penyediaan nuklir kita ada 23. 000 MW,
dibandingkan minyak yang 12.800 MW, batu bara 16.000 MW, panas
bumi 6.400 MW dan tenaga air 5.000 MW.

Soal cadangan? Ir. Sutaryo belum bisa memastikan berapa.
Sementara ahli kita membeli bahan baku uranium di luar-negeri
berdasarkan perjanjian dengan badan tenaga atom internasional.
Tapi secara positip cukup memberikan harapan baik buat
pengembangan tenaga nuklir Indonesia di masa mendatang. Ada
kerjasama dengan Perancis dalam bidang penyelidikan uranium. Dan
dari hasil penyelidikan ternyata Lampung, Kalimantan, Sumatera
Barat dan Irian Barat mengandung uranium yang potensil. Itulah
sebabnya ada rencana Badan Tenaga Atom Nasional dan Pusat
Reaktor Atom Bandung merancang Pusat Listrik Tenaga Nuklir
PLTN).

Bersih

Kalau biaya modal pembangkit termis (minyak) biasanya termurah
dari pembangkit-pembangkit konvensionil lainnya, di lain fihak
harga bahan bakarnya mahal. PLTN memerlukan biaya modal relatip
lebih besar tetapi harga bahan bakarnya lebih murah. Makanya
kompetisi antara kedua tipe pembangkit ini akan sangat
dipengaruhi oleh tingkat suhu bunga dari biaya modal. Belum lagi
faktor lingkungan hidup yang harus diperhitungkan. Polusi akibat
pembangkit termis telah dirasakan, kendati PLTN tidak bebas dari
penyebab polusi dalam bentuk lain, namun relatip dapat dianggap
sebagai enerji bersih.

Bersih atau kotor, sementara kita bersenang-senang dengan benda
nuklh ini tentu ada bahayanya juga, yaitu sampah radio aktif
misalnya mau dikemanakan? Sutaryo bilang soal sampah ini sudah
ada internasionalisasi. Yaitu bekerjasama dengan badan-badan
tenaga atom inter nasional untuk mencari pulau-pulau tertentu,
tambang-tambang yang sudah tak digunakan lagi untuk tempat
pembuangan sampah radio aktif.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data