"Kanguru" Dari Indonesia TNI-AU mengirimkan team "kanguru" dengan pesawat hercules
berisi bahan bangunan ke kota darwin, australia. angin puyuh "tracy" telah meruntuhkan 90% perumahan di kota itu. |
DI pagi buta hari Natal, angin puyuh Tracy dengan kecepatan 150
mil per jam menyapu dan meruntuhkan Darwin, ibukota Australia
Utara. Sebanyak 90% perumahan rubuh. Kotayang berpenduduk 48.000
orang itu, kini tinggal 12.000. Mereka diungsikan ke kota-kota
yang aman dalam jarak paling dekat 1000 mil. Pengungsian yang
terutama menggunakan kapal terbang ini, merupakan pengangkutan
penumpang paling besar dalam sejarah penerbangan sipil. Dalam
kegawatan yang luar biasa itu, pemerintah Australia masih bisa
menunjukkan prestasi yang mungkin akan mencengangkan
negara-negara tetangganya yang masih miskin. Dalam seminggu saja
keadaan sudah jadi normal. Artinya, roda pemerintahan dan
perekonomian setempat sudah berputar kembali.
Gudang Bawah
Kini timbul pertanyaan yang cukup inenggoda negara benua
tersebut. Apakah Darwin akan dibangun kembali dalam bentuknya
semula. Sementara ancaman angin puyuh masih tetap menganjang
pada waktu mendatang? Wakil Perdana Menteri Australia, Cairns
beberapa hari setelah malapetaka itu mengemukakan kemungkinan
untuk membangun kembali Darwin dengan syarat setiap rumah harus
punya gudang bawah tanah. Ini terutama bertujuan untuk
memberikan perlindungan kepada penduduk setempat kalau-kalau
lain kali berhembus pula si Tracy.
Dalam menyelamatkan kota paling utara itu, Australia tidak hanya
mendapatkan bantuan dari ibu tuanya Inggeris, tapi tetangganya
Selandia Baru juga datang menolong,, begitupun Amerika Serikat.
Sebagai tetangga paling dekat dari Darwin, lagi pula didukung
oleh hubungan yang semakin membaik, Indonesia juga mengirimkan
balabantuan. Dua minggu setelah peristiwa yang menghancurkan itu
team "Kangguru" dengan awak seluruhnya dari TNI-AU dipimpin
Mayor Penerbang Suakadirul terbang ke kota yang runtuh itu. Dua
pesawat Hercules yang mereka bawa serta cukup berjasa dalam
mengangkut bahan-bahan bangunan untuk mendirikan kembali Darwin.
"Dalam bencana alam yang akibatnya sedahsyat itu, team kami toh
tidak mengalami kesukaran dalam beroperasi", ujar Suakadirun
sekembalinya di Halim Perdanakusumah minggu lalu. "Ini berkat
bantuan dan kerJasama yang sangat baik dengan angkatan udara
Australia". Soal bantu membantu negeri bersahabat yang dilanda
bencana, bukan sekali ini dilakukan angkatan udara Indonesia.
Tapi sebelumnya, seperti banjir hebat di Luzon. Pilipina dan
bencana alam di Pakistan, fihak Indonesia tak ketinggalan
memberikan uluran tangan.
|