Membakar Tuannya Sebuah gudang pertamina yang terletak di pangkalan angkatan laut, ujung, surabaya, terbakar habis. tidak ada korban jiwa. 14 mobil tangki minyak berhasil diselamatkan. (kt) |
DI Surabaya, minggu lalu, minyak telah membakar tuannya sendiri
sebuah gudang Pertamina yang terletak di pangkalan Angkatan
Laut, Ujung terbakar habis dalam tempo tiga jam lebih. Gudang
itu berisi bahan-bahan kimia industri, plastik, berdrum-drum
minyak pelumas dan minyak gemuk. Api mulai mengamuk jam 07.50
dengal1 asap membubung ke angkasa dan lapat dilihat dengan
jelas dari tempat paling ujung dari kota pahlawan itu. Api dan
asap menari-nari ditabuh dentuman-dentuman yang berasal bahan
kimia yang menjadi sumber- kebakaran.
Tangki Mercy
Gudang penyalur minyak untuk daerah Indonesia bagian Timur itu
berukuran 2100 mÿFD dengan nilai Rp 100 juta plus isinya yang
diperkirakan Rp 300 juta, sekalipun tidak seluruhnya ludes
ditelan api. Gudang beratap seng itu membujur dari utara ke
selatan, beberapa meter di tepi Kaliasin pusat mondar mandirnya
tongkang-tongkang Madum Seorang saksi mengatakan bahwa dia
telah melihat jilatan api pertama datang dari pojok sebelah utara
gudang tersebut. Dalam beberapa detik kemudian menyusul dentuman
yang membuat tanah bergetar dan meruntuhkan atap genteng dari
bangunan yang terletak di seberangnya. Setengah lusin dentuman
itu terdengar sampai ke pusat kota Surabaya. Suara dentuman yang
datang dari arah pangkalan TNI-AL itu sempat membuat masyarakat
melongo dan bertanya-tanya apa yang telah terjadi. Sekolah yang
terletak tak jauh dari pusat kebakaran ditutup. Begitupun
masyarakat yang tinggal berdekatan dengan gudang itu sempat pula
diungsikan. Selain pasukan pemadam kebakaran, pasukan angkatan
laut ikut menumpas api. Mereka juga ikut serta menyelamatkan 14
buah mobil tangki minyak Mercy -- semuanya masih baru -- dari
ancaman kemusnahan. Komandan Korem 084 Surabaya, Wakil Komandan
lepolisian Surabaya terjun memberikan pertolongan. Sementara
Pangdaeral IV Laksamana Muda Soeparno memhnpin langsung regu
penyelamat.
Sebagaimana biasanya sebab musabah kebakaran belum diketahui.
Tapi upaya ke arah itu sudah dijalankan. Pada pagi kebakaran itu
juga Pertamina Pusat mengirimkan team pemeriksa yang dipimpin
oleh Kepala Dinas Sekuriti Brigjen Sainan Sagiman. Tak
ketinggalan pula sebuah team dari MABAK. Beberapa petugas di
daerah kehakaran itu meIlduga api berasal dari persenyawaan
bahan kimia yang tersimpan di dalam gudang yang malang itu. Dua
orang petugas keamanan di gudang itu terpaksa ditahan untuk
keperluan pemeriksaan.
Nyaris Fatal
Mujur tak ada korban yang jatuh. Kecuali beberapa orang yang
luka-luka. Sementara berita kebakaran tersebut menjalar begitu
pesatnya. Dalam waktu yang singkat Presiden Soeharto sendiri
meluangkan waktu untuk mendengarkan perkembangan sekitar
kecelakaan itu dari Direktur Perbekalan DN Pertamina, Brigjen
Judo Sembono. Pasukan Angkatan Laut begitu besar perhatiannya,
sampai-sampai 4 anggota KKO menderita luka-luka ketika membantu
mengungsikall penduduk dari bahaya kebakaran.
Sesungguhnya kebakaran kali ini tidaklah terlalu besar untuk
ukuran kebakaran yang juga diderita Petamina bulan Mei tahun
1972 di Tanjung Priok.
Di mana 70 orang mati hangus dan 35 - lainnya cacad karena luka
bakar. Juga lebih kecil dibandingkan dengan kebakaran akibat
bocornya pipa minyak Pertamina di Semarang beberapa tahun yang
silam. Tapi buat Surabaya memang besar dan mengagetkan juga,
karena terjadi justeru di pangkalan angkatan laut. Namun
seandainya gudang penyimpanan perbekalan minyak yang berdiri di
dekatnya turut terjilat api akibatnya bisa fatal.
Setidak-tidaknya penyaluran minyak buat Indonesia bagian timur
terputus urat nadinya.
|