Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 45/IV/11 - 17 Januari 1975
   
Pokok dan Tokoh

Pulang Dari Naik Haji

Nani sadikin dan suami, gubernur ali sadikin, kembali dari tanah suci. kedatangannya disambut mendagri amirmachmud. sebutan haji yang dipakainya sekarang tidak ada hubungan tugas gubernur. (pt)

ROMBONGAN haji telah kembali ke tanah air. Setahap demi setahap.
Tapi yang paling menarik perhatian adalah kembalinya Ali Sadikin
dan nyonya. Banyak yang menjemputnya. Ia juga disambut oleh
sebuah ciuman dari Menteri Dalam Negeri Amirmachmud, dan nyonya
Amir memberikan ciumannya pula pada Nani Sadikin. Tapi selain
itu, pernyataan Ali Sadikinlah`- yang seperti biasanya - yang
cukup menarik untuk ditulis.

"Sebutan haji yang saya miliki tidak ada hubungannya dengan
tugas kegubernuran", kata Ali, "apalagi untuk proyek-proyek
perjudian". Ali Sadikin mengenakan stelan coklat lengan pendek.
Mengenakan pici dan selendang haji warna putih tersampir di
bahunya. Nan Sadikin - yang rupanya mengenakan baju ciptaan
Harry Darsono mengenakan blus panjang putih, cutbrai putih dan
juga kerudung warna putih. Keduanya tampak gembira dan Ali
Sadikin bahkan sedikit lebih gemuk. "Di Arab memang perlu pakai
kerudung", kata Nani Sadikin, "sebab di sana banyak debu".
Mendengar omongan isterinya, Ali Sadikin turut menambahkan.
"Kalau ini (sambil memegang selendang putihnya) selain dipakai,
ada kegunaan lain. Misalnya, bisa dipakai untuk begini". Dan
selendang itu diusapkan ini mulutnya.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data