Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 45/IV/11 - 17 Januari 1975
   
Media

Mula-Mula: Hampir 1.000

Perkembangan RRI sejak berdirinya 11 sept 1945. sekarang tidak merasa bersaing, walaupun ada banyak pemancar lain. prinsip RRI mementingkan siaran kebudayaan, pedesaan, dll, serta kecepatan berita.

RRI berdiri 11 September 1945. Ia punya apa yang disebut Tri
Prasetya RRI yang antara lain menye-butkan, "RRI sebagai alat
perjuangan dan alat revolusi harus berdiri di atas segala aliran
dan keyakinan partai atau golongan". Dan satu-satunya studio
radio milik negara ini, menurut kepala direktorat radio Abdul
Hamid, "tidak merasa disaingi oleh pemancar-pemancar lain" -
biar pun sejak 1966 ada lembaran baru dalam siaran radio di
sini. Alkisah, serentak dengan upaya menumbangkan orde lama,
ketika itu ITB Bandung bikin radio siaran yang kemudian di kenal
sebagai "radio amatir". Beroperasi secara mobil antara
Bandung-Jakarta, kemudian disebut radio Ampera. Kemudian, di
Jakarta saja muncul tak kurang dari 700 radio yang kata Ismid
Hadad (ketika itu Biro Penerangan KAMI Pusat) "untuk
mengumpulkan massa demonstran".

Ali Sadikin

Tahun 1967 Birpen KAMI membentuk Persatuan Amatir Radio Djakarta
(PARD) diketuai Willy Karamoy yang kemudian mengatur alokasi dan
frekwensi gelombang. Yang menyangkut izin dan testing, diurus
oleh Birpen KAMI. Tapi Baking banyaknya, tentu saja sulit
mengontrol mereka. Setengah mengemis, Birpen KAMI minta agar
pemerintah mengambil oper mengurus anak-anak ini. Untunglah,
kemudian gubernur DKI Ali Sadikin mengulurkan tangan dan
membentuk Team Pembina terdiri dari beberapa instansi. Setelah
ditertibkan, jumlah radio yang ratusan itu tinggal 40 saja. Itu
yang di Jakarta. Melihat kegiatan rekan-rekannya di ibukota,
daerah pun menyelenggarakan penertiban pula.

Dalam proses penertiban itu, 1968-1969, dibedakan antara radio
amatir dan siaran. Yang amatir berkumpul dalam Organisasi Radio
Amatir RI (Orari) diketuai oleh Willy Karamoy dan yang siaran
bergabung dalam Persatuan Radio Siaran Jakarta (PRSJ) diketuai
Ismid Hadad. Tahun berikutnya keluar PP 55/1970. Sejak itu radio
non-RRI (tidak terrnasuk yang Orari) diatur oleh 3 departemen.
Yang menyangkut badan hukum diurus Departemen Kehakiman, segi
teknis komunikasi dan izin oleh Departemen Perhubungan sedang
isi siaran diawasi oleh Departemen Penerangan. "Jangan lupa ini
semua inisiatif kami", Ismid tersenyum. Dan sekarang, radio
siaran dibagi dua kategori, RRI dan non-RRI. Yang non-RRI dibagi
lagi: radio komersiil swasta niaga, radio universitas dan radio
eksperimentil, alias radio amatir.

QSO

Antara radio siaran dan amatir, memang sering disalah-tafsirkan.
Adapun radio amatir, seperti kata H. Azwirman Noersal dari PT
Radio Arif Rahman Hakim, diatur oleh PP 21/1968, bergerak di
bidang teknik morse (QSO) dan tidak dalam bentuk siaran.
Biasanya berkomunikasi antara satu stasion dengan stasion lain
dengan gelombang sekitar 75-80 meter. Gelombang pendek yang
mendapat pengakuan dunia ini bisa melaporkan kecelakaan kapal
laut, bencana alam dan sebagainya. Juga bisa jadi hobi. Radio
siaran diatur dengan PP 55/ 1970, langsung ditujukan kepada
umum.

Benarkah pendengar lebih suka mendengarkan radio swasta
ketimbang RRI? "Sampai sekarang belum pernah ada riset tentang
itu", jawab Abdul Hamid. RRI, katanya kecuali mementingkan
siaran ketrudayaan, pedesaan, pendidikan dan agama, juga
kecepatan berita. "Misalnya jatuhnya pesawat Martinair yang
membawa jemaah haji itu", tambahnya. "Dan sampai saat ini RRI
masih menerima. ratusan surat dari penggemarnya". Dan Abdul
Hamid tampaknya cukup tenang menghadapi rencana radio-radio
swasta menyelenggarakan pendidikan wartawan radio, sebab "kami
juga sering menyelenggarakan pendidikan, seperti bulan Januari
1974 yang lalu".


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data