Jangan Silap-Mata Lima jenis obat suntik produksi pn farmasi kimia farma
memiliki kemiripan dalam etiket. Yang membahayakan keselamatan umum. Untuk mencegahnya, disarankan pemakaian "eye machine".(ksh) |
SURAT Keputusan Direktorat Jenderal Farmasi, Depkes yang
mengatur perihal ukuran dan kombinasi warna dari label
obat-obatan yang dikeluarkan bulan Agustus yang lalu sebagian
besar belum berjalan juga. Keputusan tersebut dikeluarkan oleh
Direktur Jenderal Farmasi Drs Soenarto dalam keadaan
tergesa-gesa setelah terjadinya kekeliruan etiket yang dilakukan
PT Tunggal (TEMPO 31 Agustus 1974). Setidak-tidaknya peraturan
ini entah secara sengaja atau kesukaran teknis percetakan
belaka, nyatanya paling tidak lima jenis obat suntik keluaran
Perusahaan Negara Farmasi KIMIA FARMA memiliki kemiripan dalam
etiket. A tropini Sulfas Adren Bitartratis, Procainum --
Cofeinum, Ephedrini HCI, semua ampuh memiliki kemiripan warna
yang sukar dibedakan -- hijau dan hitam -- dan komposisi garis
yang nyaris tak terbedakan. Lagi pula dua ampul Antropini Sulfas
yang kebetulan sampai ke redaksi TEMPO, dengan nomor pengeluaran
yang sama 31911 ternyata memiliki tebal garis puncak yang
berbeda, sedang selebihnya sama dan sebangun.
Eye Machine
"Secara pribadi saya mengatakan bahwa kemiripan seperti ini
sangat berbahaya bagi keselamatan umum. Tetapi sebegitu jauh di
Bagian-Ampul KIMIA FARMA sekarang ini sedang dirancang label
bagi berbagai macam obat yang dia buat", demikian komentar
seorang ahli farmasi dari pabrik farmasi negara itu. Di samping
itu dia juga menunjukkan berbagai bukti bahwa setelah kejadian
yang menimpa PT Tunggal tempo hari, KIMIA FARMA telah mulai
melakukan usaha-usaha pencegahan silapmata dalam penempelan
etiket, sekalipun baru dimulai dari pembungkus.
Sebenarnya, demikian tutur pejabat itu, silap-mata dalam
penempelan etiket bisa dikurangi dengan peralatan yang modern,
semacam eye machine. Satu peralatan yang akan berhenti secara
otomatis begitu dia melihat ada etiket yang bukan sejenis
tiba-tiba nyelonong. "Tetapi soalnya memasukkan mesin macam itu
memerlukan penambahan modal yang besar". Tetapi jika soalnya
seperti yang diduga dalam kasus PT Tunggal, di mana pabrik
percetakan etiket yang lalai, maka bisa ditempuh prosedur baru
dalam pemesanan percetakan. Yaitu memesan berbagai etiket yang
rada mirip rancangannya, dari percetakan lain, kata pejabat
tersebut pula.
|