|
|
| |
Edisi. 40/II/16 - 22 Desember 1972
|
Memburu Kecepatan Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) akan mengganti rel
Jakarta-Surabaya dengan rel dari Jepang. untuk mengurangi
goncangan dan mempercepat perjalanan. biayanya Rp 275 juta
dengan dibantu 4 ahli Jepang. |
SETELAH mempersolek berbagai gerbong dan membuka lin-lin baru
rupanya baru sekaranglah saatnya Perusahaan Jawatan Kereta Api
memperbaharui rel warisan zaman Belanda. Menurut rencana rel
yang membentang dari Jakarta ke Surabaya sepanjang 800 km akan
dibongkar dan diganti dengan rel dari Jepang. Potongan rel yang
selama ini berukuran 11,9 m akan diganti dengan 85 m, hingga
goncangan kereta baja itu akan berkurang dan waktu perjalanan
dapat dipersingkat. Insya Allah kalau rel baru sudah benar-benar
terpasang, Jakarta-Surabaya dapat di tempuh dalam 9 jam
dibandingkan zaman Belanda dulu 12 jam.
Kalau tujuannya hanya untuk mempersingkat waktu perjalanan
agaknya modal yang dilepas terlalu besar. Sebab di atas rel yang
sama dengan loko dan gerbong itu-itu juga Belanda dulu toch
dapat mencapainya dalam 12 jam. Tetapi kini sampai 16 jam
malahan acap kali lebih dari waktu yang telah dijadwalkan itu.
Orang-orang perkereta-apian punya alasan untuk menjawab:
"Sekarang frekwensi perjalanan lebih besar". Baiklah, namun soal
keterlambatan memang masih merupakan aib yang belum bisa dibasuh
oleh petugas PJKA.
Rencana pembongkaran rel tua itu sudah dimulai sejak tahun 1958
dari Jakarta ke Cikampek. Dan dengan datangnya bantuan US$ 2,3
juta dari Jepang rel-rel baru itu kini sudah mencapai Cirebon.
Pemasangan terakhir antara Jatibarang--Kertasemaya disaksikan
sendiri oleh Soempono Bayuadji Direktur Jenderal Perhubungan
Darat akhir Nopember yang lalu.
Rp 275 juta. 4 tenaga ahli Jepang dan 2500 tenaga kasar yang
berasal dali daerah sekitarnya menyelesaikan pemasangan rel baru
itu selama 4 bulan. Empatbelas bulan lebih cepat dari rencana
semula. Apakah kerja yang kelihatan seperti ngebut ini dapat
dipertanggungjawabkan hasilnya nanti? Bagaikan bersumpah Ir
Sunarno dari PJKA menjamin "Dapat! Itu sudah diperhitungkan".
Sedangkan biaya penggantian rel tua sepanjang 52 km itu mencapai
Rp 275 juta.
Rel baru ini masih memerlukan masa percobaan sampai Februari
tahun depan, hingga para penumpang belum dapat berlaju-laju di
atasnya. Diperhitungkan Jakarta--Cirebon tidak lagi di tempuh
selama 3 seperempat jam melainkan cuma 2" jam. Mudah-mudahan
begitulah nanti dan terutama melanggar waktu yang ditetapkan
sendiri tidak jadi kebiasaan lagi.
|
|
| |
|
|
| buatan Radja|endro |
Majalah
Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

|
|
| |
|
|
|
|