Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 37/II/25 November - 01 Desember 1972
   
Desa

Rawa: Manfaat Lain

Rawa-rawa di kal-sel banyak dimanfaatkan untuk ternak kerbau. sebagai tempat istirahat ternak dibuatlah kalang, tanpa atap. di ujung kalang tersebut dibangun rumah terapung untuk peternak.

KETIKA seorang pemilik modal dari luar negeri menyampaikan
hasratnya untuk meninjau kemungkinan peternakan di Kalimantan,
pejabat-pejabat di Jakarta segera berkata: "Ah, tak usah ke
sana, di sana rawa melulu". nan memang, tidak seorangpun alpa,
pulau itu ibarat kuali hampir penuh, ditengah-tengahnya
menggenang air rawa, Untuk daerah Kalimantan Selatan saja yang
memiliki luas 36.900 kmÿFD di antaranya 600.000 hekar terdiri dari
rawa ditambah 100 ribu ha danau. Lalu, untuk daerah berair seluas
itu, kecuali rawa pasang surut, belum lagi dapat dijadikan
tempat bersawah. Adapun tentang pengeringan rawaa seperti polder
alabio, tampaknya masih angan-angan. Sehingga, karena manusia
ini selalu suka berakal-akal, di tengah riak-riak tumpukan air
itu, dicarilah manfaatnya.

Di Kalimantan Selatan, selain sebagai tempat mencari ikan yang
tak habis-habisnya, rawa-rawa itu digunakan pula sebagai
lapangan beternak kerbau. Ini sudah berlangsung semenjak
beberapa zaman nenek-moyang sisa-sisa kerajaan lanjar ada di
sana. Dan di tengah genangan air itulah para hewan piaraan tadi
berenang sepanjang hari sambil mengunyah rerumputan air nan
subur. Dari seluruh daerah peternakan di air ini tersebar di
rawa-rawa Hulu Sungai Utara Selatan dan Tengah, terhitung tidak
kurang dari 10.000 ekor kerbau.

Kalang. Tentu saja binatang-binatang ternak itu tidak selamanya
harus berada di dalam air untuk memenuhi waktu tidur dan
istirahatnya. Apalagi bila musim penghujan, air dapat mencapai
kedalaman 4 hingga 5 meter. Karena itu cukup arif-lah para
tuannya untuk membuatkan mereka kalang. Yaitu susunan
batang-batang kayu besar (rata-rata bergaris tengah 25 sampai 30
cm), dengan panjang 6 sampai 8 meter, dari dasar rawa sampai
tersembul hingga 2 meter di permukaan air. Di atasnya disusun
papan-papan tebal sebagai lantai dan di sinilah para kerbau
sendiri-sendiri atau bersama-sama melakukan istirahat tanpa
atap. Sebuah kalang bisa bermuatan antara 100 sampai 200 ekor
hewan di masing-masing kalang. Dan khusus untuk ternak-ternak
yang sedang jatuh sakit atau bersiap-siap untuk melahirkan dan
juga untuk anak-anak kerbau yang belum pandai berenang,
dibuatkan semacam bilik dengan pagar dan atap. Lalu, di salah
satu ujung kalang, si empunya ternak juga tidak mau kalah dan di
sini dia membangun rumah terapung sebagai tempat tinggalnya
selama menggembalakan ternak-ternak tadi. Dan sebagai peternak
di atas air, perahu adalah kendaraan satu-satunya bagi si
penggembala untuk mengtur para kerbau.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data