Pebruari Kelabu Di Bukittinggi Sejumlah foto tentang pasar atas bukittinggi yang menjadi
puing akibat terbakar. kerugian mencapai rp 2 milyar. jam
gadang luput dari api. 80 persen dari pasar yang luasnya 4 ha,
hangus. |
SUATU ketika, Gunung Singgalang jang permai itu konon murka.
Ia menghamburkan bukan api, bukan belerang maupun awan hitam,
melainkan sedjumlah batugunung--bagai biang gadjah besarnja.
Bersamaan dengan itu, tentu sadja kemampuan merendam kampung
disekitar kakinja. Air, itulah perbendaharaannja. Itu kedjadian
beberapa tahun berselang.
Tapi ketika awal pekan dibulan Pebruari ini, pasa ateh
Bukittinggi tapanggang -- pasar atas Bukittinggi terbakar,
kekajaan sang Singgalang pun tak merupakan benda sahabat.
Gunung itu djauh dari kota dan, dari sana memang belum ada
saluran chusus jang siap menghadapi kemungkinan amukan api --
apalagi jang beroperasi dikala dinihari.
Sedang dikota, air tak memadai buat melawan malapetaka jang
berkobar sedjak pukul 02 Rabu dan, menunggu bantuan alat
pemadam kebakaran dari Padang (paling tjepat bisa ditempuh dua
djam), baru Kamis pagi situasi dapat terkuasai. Akibatnja
lumajan djuga: menurut "Antara" 80 pCt dari pasar atas jang
luasnja 4 ha itu mendjadi puing dan, Rp 2 miljar turut punah.
Tapi orang konon masih bersjukur bahwa djam-gadang jang termasjhur
itu luput dari djilatan bentjana.
|