Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 35/I/30 Oktober - 05 November 1971
   
Nasional

Riam Kanan Tunggu Langganan

Menteri PU Ir. Sutami meresmikan PLTA riam kanan yang punya kemampuan 20000 kw. harapan memenuhi kebutuhan listrik kota-kota besar & industri. masalah yang timbul mencari langganan agar PLTA bekerja maksimal.

MENTERI PUTL Ir. Sutami jang senantiasa meninggalkan Djakarta dan
mengundjungi projek-projek Departemennja dari daerah ke daerah,
minggu lalu muntjul di Riam Kanan, Kalimantan Selatan. Disana
sedang dibangun projek Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) dan
minggu lalu ia meresmikan selesainja pembangunan dam-utama
projek PLTA Riam Kanan tersebut. Maka itu adalah projek tenaga
listrik terbesar jang pertama untuk Kalimantan. Dengan dua motor
turbin jang kelak akan dipasang dengan kekuatan masing-masing
10.000 Kilowatt, PLTA Riam Kanan dapat diharapkan tidak sadja
akan memenuhi kebutuhan tenaga listrik untuk kota besar seperti
Bandjarmasin akan tetapi djuga akan dapat menumbuhkan industri
jang menggunakan tenaga listrik didaerah itu. Konon kota
Bandjarmasin sendiri hanja memerlukan sekitar 4.000 Kilowatt,
jang berarti hanja 1/5 dari tenaga listrik jang dapat dihasilkan
oleh PLTA Kiam Kanan.

Tjari langganan. Persoalan jang timbul kemudian adalah mentjari
langganan pemakai tenaga listrik agar PLTA Riam Kanan jang konon
baru akan selesai rampung seluruhnja diawal tahun 1973 - dapat
bekerdja dalam kapasitas penuh. Sebegitu djauh kini keinginan
menggunakan tenaga listrik jang akan berlebihan itu baru
terdengar dari PN Aneka Tambang, tapi itupun tentunja belum akan
menjerap seluruh kelebihan jang ada. Bagaimanapun, sekiranja
PLTA Riam Kanan selesai, Kalimantan Selatan untuk pertama kali
dalam sedjarahnja akan hidup dalam kelebihan aliran listrik.
Akan tetapi sementara menanti sampai seluruh pembangunan projek
tersebul selesai, giliran listrik menjala sehari daam seminggu
disana agaknja masih akan berlandjut.

Sementara itu Ir Soeminto Kepala Projek PLTA Riam Kanan dari
djauh hari sudah minta perhatian Menteri Sutami akan nasib
tenaga operator projeh agar bisa dimanfaatkan terus. Soalnja
seperti dikatakan Ir Soeminto, mendidik operator itu tidak mudah
dan memerlukan waktu. Padahal selama ini. biasanja setelah
selesai suatu projek operator-operator jang telah dihasilkan itu
tidak disalurkan lagi. Sebabnja, mungkin karena memang tidak ada
lagi projek didaerah operator-operator itu berdiam atau
barangkali memang tak ada perentjanaan tersendiri jang disatukan
dalam seluruh perentjanaan jang ada ditangan Departemen PUTL.
Akibatnja, setiap kali ada projek baru Departemen PUTL terpaksa
mendidik operator-operator baru - suatu hal jang sesungguhnja
sangat tidak efisien.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data