Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 13/XXXVII/19 - 25 Mei 2008
   
Laporan Utama
Berbagai Tinta Menulis Indonesia
Seabad Indonesia dalam seratus karya: maklumat, peta, pidato, catatan harian, puisi, prosa, serta buku–fiksi dan nonfiksi. Inilah potret sebuah negeri yang dicatat dalam sejumlah teks. Tentang susah-senang memelihara sebuah bangsa. Dengan segala kepedihan dan ketidaksempurnaannya....

• Padi yang Tumbuh Tak Terdengar
• Hindania dan Politik Antara Dua Karang
• Gugatan dari Kaleng Rombeng
• Kontroversi Buku Yamin
• Membongkar Mitos Konstituante
• Lagu Khayal Merdeka
• Logika Si Misterius
• Mereka Ulang di Pengucilan
(11)
The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia

• Menggugat Budi Utomo
• Jalan Pejal Menuju yang Modern
• Terbakar Pesona Revolusi
• Tetralogi Buru dan Indonesia ’Modern’
• Perlawanan Abadi Siti Nurbaya
• Nasionalisme dalam Belenggu Waktu
• Komedi Hitam untuk Jepang
• Nasionalisme dan Preman di Surabaya
• Fondasi Dasar Bahasa Indonesia
• Menyerang Lewat Layar Terkembang
• Moeis Menyalahkan Pengasuhan Hanafi
• Hamka Menggebrak Tradisi
(51)
Jalan Tak Ada Ujung

• Mencari Bangsa dalam Bahasa
• Tabuh Kata Mengubah Kita
• Setelah Malam yang Genting
• Seruan Merdeka dari Den Haag
• Tentang Gagasan Pluralis
(60)
Dekrit Presiden 5 Juli 1959

• Negara tanpa Rakyat?
• Bertukar Gagasan di Jalan Sunyi
• Surat tentang Kebebasan dan Cita-cita
• Catatan Abadi Para Demonstran
• Pergolakan yang Tak Pernah Padam
• Merogoh Hati Si Bung
(75)
Perjuangan Kita

• Dari Perbendaharaan Lama
• Puisi: Roh Sebuah Gerakan
• Chairil Anwar dan Semangat Kebangsaan
• Denyut Demonstran dalam Puisi
• Potret Pembangkangan Rendra
• Hilang tapi Terus Berjuang
(89)
Wiro ”Anak Rimba Indonesia”

• Jagat Buku Islam dan Kebangkitan Nasional
• Menghadirkan Indonesia
• Dari Angkot hingga Asimilasi
• Cerita dari Tanah Dingin
• Mati Ketawa Keliling Indonesia
(95)
Tirto dan Koran Pergerakan

• Kisah Atlas dari Amsterdam
• Tanda Bangsa Berbudaya
• W. J. S. Poerwadarminta Bapak Kamus Indonesia
• Surat dari Ternate
• Dari Tempat yang Akan Datang

Ekonomi & Bisnis
Berebut Bankir Bernyali
Karyawan Bank Danamon berbondong-bondong hijrah ke Bank Tabungan Pensiunan Nasional. Bankir andal terbatas.
 
Nasional
Pembelaan dari Kiai Muda
Di tengah arus besar ulama yang menyatakan Ahmadiyah sesat, sejumlah kiai kurang dikenal justru mendukung sekte ini. Tapi argumen teologi mereka tak didengar.
 
  Hukum
Tersandung Sisa Renovasi
Komisi Pemberantasan Korupsi menahan dua bekas petinggi kedutaan di Singapura. Mereka diduga menilap duit proyek renovasi kantor kedutaan dan rumah dinas. Uang itu dibagi-bagikan ke sejumlah sejawatnya di Departemen Luar Negeri. Modusnya kongkalikong dengan pemborong lokal.
 


 

 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
13/XXXVII/19 - 25 Mei 2008

 

Berita lainnya

Chris John Ditantang Petinju Meksiko - 20 Mei 2008 | 19:37 WIB
Oknum Tentara Merampok Motor Ditangkap Warga - 20 Mei 2008 | 19:20 WIB
Istana Bogor Diserbu Pengunjung - 20 Mei 2008 | 19:10 WIB
Ali Sadikin Meninggal - 20 Mei 2008 | 18:42 WIB
Kebakaran Hutan Sumatera Mencapai 165 Titik - 20 Mei 2008 | 16:34 WIB
Jepang Kucurkan Rp 100 Miliar untuk Sumbawa - 20 Mei 2008 | 15:59 WIB
Mahasiswa Menyandera Mobil Tangki Pertamina - 20 Mei 2008 | 15:45 WIB
Panwas Balikpapan Turunkan Atribut Kampanye - 20 Mei 2008 | 15:35 WIB
Panwas: Semua Calon Wali Kota Palembang Melanggar - 20 Mei 2008 | 15:20 WIB
Anggota Dewan dilaporkan Memukuli Pegawai BNP2TKI - 20 Mei 2008 | 15:03 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data