Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Al Quran Ditembak Bush Minta Maaf
Rabu, 21 Mei 2008 | 12:08 WIB

TEMPO Interaktif, Baghdad: Presiden Amerika Serikat George W. Bush meminta maaf atas aksi seorang penembak jitu Amerika yang menembak kitab suci umat Islam Al Quran. Juru bicara Bush mengatakan, presiden meminta maaf saat telewicara dengan Perdana Menteri Nouri al-Maliki, Senin lalu.

Al-Maliki mengatakan pada Bush, aksi yang dilakukan tentara Amerika itu telah membuat kecewa dan marah rakyat dan pimpinan Irak. "Dia (Bush) meminta maaf, dan mengatakan akan menangani masalah ini dengan serius," ujar juru bicara Gedung Putih Dana Perino. "Kami khawatir dengan reaksi (dari Irak). Kami ingin mereka memahami bahwa presiden tahu hal itu salah."

Ini adalah level tertinggi dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pejabat Amerika untuk meredam kemarahan atas insiden penembakan Al Quran tersebut, terutama di antara kaum Arab Suni yang telah menjadi sekutu kunci Amerika di Irak.

Militer Amerika mengatakan, mereka telah mengambil tindakan disiplin atas penembak jitu tersebut, dan memindahkannya dari Irak. Sang penembak jitu ketahuan menggunakan Al Quran sebagai sasaran latihan menembaknya pada 9 Mei silam di wilayah kaum Suni, di barat Baghdad.

Kitab suci itu ditemukan dua hari kemudian oleh seorang warga Irak dengan 14 lubang peluru yang menembusnya. Ada corat-coret pula di atas Al Quran tersebut. Meski kantor perdana menteri Al-Maliki mengatakan presiden Bush telah berjanji akan menyidangkan tentara tersebut, namun Dana Perino tak menyebutkan apakah janji itu benar adanya.

Kabinet Irak mendesak Amerika menjatuhkan hukuman terhadap penembak jitu tersebut dan memperingatkan agar hal tersebut tak terjadi lagi di masa depan. Mereka juga meminta para komandan tentara Amerika mengajarkan prajuritnya untuk menghormati kepercayaan penduduk Irak.

Khalaf al-Elyan, seorang anggota parlemen senior mengatakan penembak jitu itu harus dihadapkan ke pengadilan. "Ini kasus yang berbahaya. Selama ini kami diam dan menerima pembunuhan anak-anak kami, penghancuran rumah kami, dan pencurian uang kami, tapi kami tak bisa terima penghinaan terhadap kitab suci Al Quran," ujarnya.

AP|JULI








INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk123379 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Polisi Panggil Saksi Kunci Kematian Sophan Sophiaan
Pertamina Akan Impor Tabung Gas Elpiji
PGRI Awasi Penggunaan Anggaran Pendidikan
Yudhoyono Terima Gubernur Bali dan Kalimantan Barat
Swasta Dominasi Proyek Listrik Tahap Dua

<< May,2008>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data