Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Dialog Antaragama ASEM Sepakati Deklarasi Bali
Jum'at, 22 Juli 2005 | 19:26 WIB

TEMPO Interaktif, Nusa Dua: Asia-Europe Meeting Interfaith Dialogue, Jumat (22/7), berakhir dengan penandatanganan Deklarasi Bali. Isinya, rekomendasi langkah-langkah penting untuk menciptakan hubungan yang harmonis dalam hubungan antaragama di masing-masing negara.

"Sejak awal rekomendasinya dirancang sangat aplikatif. Itu sebabnya delegasi setiap negara selalu terdiri dari kaum agamawan, pendidikan, serta kalangan wartawan," kata Arizal Effendi, Dirjen Urusan Eropa dan Amerika, Departemen Luar Negeri yang menjadi jurubicara Indonesia pada forum ini.

Deklarasi didasari oleh kesepakatan untuk menjaga perdamaian, kasih sayang dan toleransi diantara umat manusia. Kedua, promosi dan perlindungan HAM dan salah-satunya hak untuk memilih agama. Ketiga, Kesedian untuk tidak menggunakan kekerasan dan menentang penggunaan agama untuk merasionalisasikan kekerasan. Keempat, membangun harmoni diantara komunitas internasional.

Adapun langkah praktis yang disepakati dibagi dalam empat bidang, yakni, pendidikan, kebudayaan, media-massa, dan kepercayaan serta masyarakat. Dalam deklarasi itu juga disepakati untuk mendorong pemerintahan negara-negara Asia dan Eropa agar mengakomodasi masuknya pelajaran atau materi dialog antaragama dalam kurikulum pendidikan mulai setelah Sekolah Dasar.

Di tingkat dasar, kata Effendi, lebih baik dimanfaatkan untuk memperkuat pondasi keagamaan masing-masing agama. Mereka dianggap terlalu sulit menerima penjelasan mengenai adanya perbedaan antaragama. "Setelah elementary akan bermanfaat pula dalam pergaulan sosial," kata Michael William, penasihat khusus Menteri Luar Negeri Inggris.

Untuk mengevaluasi perkembangan penerapan dari Deklarasi Bali , pada 2006 akan digelar acara yang sama di Siprus. Acara itu sekaligus untuk membandingkan hasil-hasil yang sudah dicapai di setiap negara. "Jadi tahun ini kita usahakan di masing-maisng negara dulu, seperti apa bentuknya," tuturnya. Rofiqi Hasan/Rilla Nugraheni


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Tol Penjaringan-Kebun Jeruk Selesai Juni 2009
Cuaca Hari ini Didominasi Awan dan Hujan
Hari Pencoblosan, NTB Libur
Presiden Buka PON XVII Malam Ini
Presiden Resmikan PLTU Milik Dahlan Iskan

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data