Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Gereja Katolik Tolak Penggulingan Arroyo
Jum'at, 01 Juli 2005 | 18:11 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemimpin tertinggi umat katolik Filipina menolak cara-cara kekerasan dan melanggar Undang-Undang untuk menjatuhkan Presiden Gloria Arroyo. Meski begitu, Uskup Agung Manila Gaudencio Rosales meminta diadakan penyelidikan atas dugaan kecurangan dalam pemilu oleh Sang Presiden.

"Di saat-saat yang membingungkan ini, ketika rakyat mudah dipengaruh emosi dan mengarah pada solusi instan, sebaiknya semua pihak ikut mendinginkan suasana," katanya.

Menurutnya, semua bentuk penyelesaian terhadap persoalan negeri itu harus dilakukan di bawah kendali konstitusi. "Semua yang mengarah pada kekerasan sebaiknya tidak dilakukan," katanya.

Situasi di Filipina tambah panas setelah desakan agar Presiden Arroyo mundur dari jabatannya terus menguat. Arroyo dituduh melakukan kecurangan dalam pemilu presiden bulan Mei tahun lalu. Selain itu, keluarganya juga dituduh terlibat kasus suap dari mafia judi.

Arroyo menepis telah berbuat curang. Namun, ia mengakui telah menelepon pejabat penyelenggara pemilu. Pada Senin (27/6), ia meminta maaf atas perbuatannya itu.

Namun, menurut Rosales, permintaan maaf itu tak mengurangi upaya mencari kebenaran maupun keadilan. “Siapapun yang mencari permaafan harus siap untuk dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.

Munculnya seruan Uskup Agung ini adalah babak baru keterlibatan gereja dalam politik Filipina pasca meninggalnya Kardinal Jaime Sin. Kardinal Sin adalah penasehat politik "rahasia" beberapa presiden negeri itu, termasuk Arroyo. AFP/Deddy Sinaga


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Seorang Menteri Kabinet Arroyo Mundur
Arroyo Minta Maaf Tapi Menolak Mundur
Oposisi Batal Demsontrasi, Presiden Arroyo Tolak Mundur
Militer Filipina Siaga I Hadapi Unjuk Rasa Anti Arroyo
Arroyo Khawatirkan Harga Minyak Dunia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Dukun Usep Dieksekusi Regu Tembak di Lebak
DPRD Cirebon Minta Kamar Hotel dan Mobil Baru
Festival Industri Kreatif 2008 Dibuka Hari ini di Bandung
Eksekusi Mati Sumiarsih Sesuai dengan Prosedur
Rencana Penyemayaman Jenazah Sumiarsih Batal

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data