Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Sandera Asal Jepang di Irak Tewas
Minggu, 29 Mei 2005 | 17:33 WIB

TEMPO Interaktif, Bagdad: Sandera asal Jepang, Akihito Saito, akhirnya tewas. Namun kelompok militan Sunni Irak yang menculiknya membantah telah membunuh pria berusia 44 tahun itu.

Kelompok Tentara Ansar al-Sunnah merilis rekaman video sekaligus pernyataan soal terbunuhnya Saito melalui situs internetnya, akhir pekan lalu. Rekaman sepanjang empat menit itu memperlihatkan mayat mantan tentara Jepang itu dalam keadaan terlentang dengan wajah berlumuran darah.

Kelompok penculik juga menunjukkan paspor Jepang milik sandera malang itu. "Ini hukumanmu...orang kafir," kata seorang pria yang tidak tampak dalam gambar seraya menembakkan senjatanya ke atas.

Saito diculik saat menumpang pada kendaraan yang berkonvoi dan melintas di Hit, provinsi Al-Anbar, Irak Barat, 8 Mei lalu. Dua belas warga Irak dan empat warga asing terbunuh.

Dia bekerja di Hart Security Limited, perusahaan jasa keamanan swasta Inggris yang bermarkas di Siprus, dan ikut membantu operasi keamanan pasukan Amerika Serikat di Irak. Dia bergabung di sana sejak Desember tahun lalu setelah sebelumnya ikut dalam Legiun Asing Prancis selama 21 tahun dan unit paramiliter, sebuah pasukan elite angkatan darat Jepang.

Di Tokyo, adik kandung Saito, Hironobu, 34 tahun, juga menyaksikan rekaman video itu melalui komputer pribadinya. Dia telah meneruskan rekaman video itu kepada pihak kepolisian dan kementerian luar negeri. "Gambarnya sungguh kejam. Saya tidak akan menunjukkannya kepada ayah dan saudara saya yang lain," kata dia. afp/abc/the daily news/Faisal

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes anti Amerika Serikat mengecam keras rencana pemerintah AS menyerang Irak dengan poster Protes anti Amerika Serikat mengecam keras rencana pemerintah AS menyerang Irak dengan membawa poster di depan Kedubes AS, Jakarta Pusat, Selasa, 08/10/2002. Protes ini dinamakan aksi damai
Protes Anti Amerika
Protes Anti Amerika
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Seorang TKI Tewas di Malaysia
Bom Mobil di Kota Saddam Bunuh 27 Orang
Saddam Sehat di Hari Ulang Tahunnya
Warga Syiah Irak Peringati 2 Tahun Pendudukan AS
Juru Kamera CBS Ditangkap Tentara AS di Irak
Jalal Talabani Presiden Baru Irak
Arbain Imam Hussein Diperingati
Meutya dan Budi Masih Tertahan di Perbatasan
Wartawan Metro TV Diserahkan Tiga Jam Lagi
MUI Minta Penyandera Lepaskan Wartawan Metro TV Segera
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Ford Naik Lima Peringkat di CSI
Tiga Perempuan Peneliti Raih Fellowship For Women in Science 2008
Indonesia “Juara”
Presiden Dukung Komisi Amandemen UUD 1945
Direktur Kedaulatan Rakyat Meninggal

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data