Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Akhir 29 Tahun Suriah di Libanon
Selasa, 26 April 2005 | 16:49 WIB

TEMPO Interaktif, Damaskus: Upacara penarikan pasukan hari ini menandai akhir kehadiran pasukan Suriah di Libanon. Berikut momen-momen kehadiran pasukan Suriah, yang mencapai jumlah 40 ribu orang sebelum akhir perang sipil pada 1990, di negara tetangganya itu.


1975
April -- Perang sipil pecah di Libanon

1976

Juni -- Pasukan Suriah memasuki Libanon, guna menciptakan perdamaian sekaligus menghadang masuknya orang-orang Palestina.

Oktober -- Gencatan senjata dirancang dan dominansi Pasukan Pertahanan Arab Suriah dimulai.

1978

14 Maret -- Israel melakukan invasi besar-besaran ke Libanon sebagai ?balasan? serangan Palestina di wilayah mereka.

19 Maret -- Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi 425 untuk memaksa Israel keluar dari Libanon, dan Pasukan PBB (UNIFIL) dikirimkan ke Libanon guna memastikan pelaksanaan resolusi.

13 Juni -- Israel menyerahkan wilayah Libanon selatan, tetapi menolak kehadiran UNIFIL.

1982
6 Juni -- Setelah percobaan pembunuhan duta besarnya di Inggris, Israel melancarkan invasi besar-besaran ke Libanon.

15 September -- Pasukan Israel menguasai Beirut Barat.

16-18 September -- Milisi Phalangist membantai orang Palestina di Sabra dan Shatila di depan mata pasukan Israel.

24 September -- Pasukan pertama dari Amerika, Prancis, dan Italia tiba di Beirut.

1983
17 Mei -- Israel dan Libanon menandatangani persetujuan penarikan pasukan Israel.

23 Oktober -- Bom bunuh diri meledak di markas pasukan penjaga perdamaian dari Amerika. 241 marinir dan 56 tentara darat terbunuh, pos militer Prancis hancur.

1990

13 Oktober -- Angkatan Udara Suriah menyerang istana presiden dan Aoun dan mengambil pengungsi di Kedutaan Prancis.

1993

25 Juli -- Israel melancarkan "Operasi Pertanggungjawaban" untuk menyerang Hisbullah, dan merupakan serangan terbesar sejak 1982.

1996

11 April -- Bom-bom Israel menerjang brigade Hisbullah di Libanon dalam "Operasi Anggur Kemarahan".

18 April -- Pasukan Israel menyerang markas PBB dan membunuh 100 pengungsi.

1998

15 Oktober -- Jenderal Emile Lahoud yang didukung Suriah terpilih menjadi presiden.

2003

April -- Perdana Menteri Rafiq Hariri membentuk kabinet baru, yang sangat pro-Damaskus.

2004
2 September -- Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi 1559 yang mengharuskan semua pasukan asing meninggalkan Libanon.

20 Oktober -- Hariri mengundurkan diri, sebagai protes atas keterlibatan Damaskus. Ia digantikan deputinya, Umar Karameh yang pro-Suriah,

13 Desember -- Oposisi memprotes kehadiran Suriah dan meminta pemerintah mundur.

18 Desember -- Suriah membuka agen rahasia mereka di Libanon.

2005

14 Februari -- Hariri terbunuh pada sebuah pengeboman.
24 Februari -- Menteri Pertahanan Libanon menyatakan, Suriah akan menurunkan pasukannya di perbatasan.
28 Februari -- Pemerintahan Karameh mundur.
5 Maret -- Assad menyatakan, Suriah akan menarik pasukannya dari Libanon.
26 April -- Upacara penarikan pasukan terakhir Suriah digelar di lembah Bekaa, Libanon. AFP

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Beberapa orang dengan memakai topeng beridiri di atas batu saat memperingati hari pembantaian warga Palestina yang dilakukan oleh pasukan Israel di Israel, Mei 1992. Kondisi daerah pendudukan yang dilanda peperangan selama 6 hari, 25 tahun yang lalu. [Gamma/ Esaias Baitel; 10D/498/1992; 20040126]. Beberapa orang penganut Yahudi Ultra Ortodoks berdoa di tembok, Israel, Mei 1992. [Gamma/ Esaias Baitel; 10D/498/1992; 20040126].
Peringatan Hari Pembantaian Warga Palestina
Yahudi Ultra Ortodoks
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pasukan Terakhir Suriah Tinggalkan Libanon
Powell Bertemu dengan Pemimpin Palestina
Arafat Wafat, Penggantinya Lebih Kokoh Melawan Israel
Proses Perdamaian Israel-Palestina Semakin Sulit
Shalat Gaib Untuk Yasser Arafat
Duka Cita Atas Wafatnya Arafat Terus Mengalir
Polisi Israel Antisipasi Kerusuhan
MUI : Arafat Tidak Sekedar Pejuang Palestina
Presiden Beri Penghormatan Terakhir untuk Yasser Arafat
Abu Mazen Pemimpin Sementara PLO
> selengkapnya...


Referensi

Hari-Hari Penting Yasser Arafat

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Yudhoyono Terima Gubernur Bali dan Kalimantan Barat
Swasta Dominasi Proyek Listrik Tahap Dua
Malaysia Bakal Deportasi Pengungsi Tsunam
BP Solar Jual Pembangkit Tenaga Surya
Minyak Tanah Subisidi Dijual Lewat Operasi Pasar

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data