Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Luar Negeri

90 TKI Bertahan di Malaysia
Sabtu, 05 Pebruari 2005 | 22:50 WIB

TEMPO Interaktif, Malaysia:Sekitar 90 tenaga kerja Indonesia (TKI) tetap memilih bertahan di Malaysia -- meski terancam hukuman cambuk--karena belum menerima gaji hingga kini.

“Keadaan mereka sangat menyedihkan. Bedeng untuk menginap sudah dirobohkan kontraktor, sehingga TKI tersebut mulai malam ini harus tidur dengan kotak kardus,” kata Alex Ongky, Koordinator Migrant Care Malaysia tadi malam

Para TKI tersebut bekerja di proyek kondominum Damansara Damai, di Selangor. Alex menduga perobohan bedeng tersebut merupakan bagian dari upaya pemusnahan bukti-bukti bahwa kontraktor proyek tersebut mempekerjakan TKI ilegal. Sebab, tindakan kontraktor proyek merekrut TKI ilegal melanggar pakta Imigrasi, tindakan 2002/A-1154.

Para TKI tersebut sebenarnya sudah mengetahui pemerintah Malaysia memberikan pengampunan kepada pendatang haram pada bulan Desember. “Mereka kemudian meminta gaji kepada majikannya untuk bekal pulang. Namun, majikannya selalu mengelak dengan berbagai alasan,” jelas Alex.

Migrant Care dan Lukman, pemimpin para TKI, tersebut sudah menghubungi KBRI di Malaysia untuk meminta bantuan. “Namun, mereka tidak bisa membantu. Alasannya karena itu perkara perdata.”

Saat ini mereka dalam keadaan yang terdesak dan tidak bisa pergi begitu saja karena selama di Malaysia mereka bertahan hidup dengan utang.

Bahkan, lanjut Alex, Lukman telah siap dicambuk untuk menguji sistem hukum di Malaysia.
Sebab, jika Lukman dianggap tenaga kerja ilegal, tentunya para majikannya akan menghadapi ancaman hukuman yang sama.

“Saya siap dicambuk. Saya akan tetap di sini apapun yang terjadi. Saya merasa tertipu, majikan tidak mau bayar gaji kami, total sekitar Rp 500 juta.”

Para TKI tersebut, ujar Lukman berasal dari Madura, Jawa, Sumatra dan Flores. “Untuk makan sekarang, kalau ada beras satu kilogram, ya..kami bagi ramai-ramai.” mohamad teguh

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Para TKI yang kembali dari Tawao Malaysia beristirahat di dalam lokasi penampungan Mambunut,  Nunukan, Kailmantan Timur, Rabu, 11/09/2002. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20021017] Seorang TKI yang kembali dari Tawao Malaysia memandang KRI Tanjung Kambani 971 yang akan difungsikan sebagai Rumah Sakit terapung saat tiba di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, Kalimantan Timur, Minggu, 8 September 2002. Kapal ini tidak dapat merapat di dermaga dikarenakan dangkalnya air di pelabuhan tersebut. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20021218].
TKI
TKI Di Nunukan
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ribuan TKI dari Malaysia Tiba di Tanjung Perak
Indonesia Ingin Malaysia Bantu Biaya Pemulangan TKI
Menakertrans Tak Larang TKI Kembali ke Malaysia
Pemprov Jawa Tengah Ingin Buka Posko di Tempat Kedatangan TKI
Baru 350 TKI Ilegal Asal NTT Kembali
DPR: Seharusnya Hukuman Cambuk bagi TKI Tidak Terjadi
Pelayanan Satu Atap untuk TKI Ditambah
DPR akan Jadikan Fatwa MUI tentang TKW sebagai Rekomendasi Kebijakan Tenaga Kerja
Menko Kesra Gelar Rapat Pemulangan TKI
BUMN Malaysia Pekerjakan TKI Ilegal
> selengkapnya...


Referensi

Studi Perlindungan TKI Ditinjau dari Aspek Pembiayaan
HAK ASASI BURUH MIGRAN INDONESIA
Beberapa Kebijakaan Penempatan TKI ke Luar Negeri
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
Buruh Migran Meninggal hingga September 2003
Kebutuhan dan Penempatan TKI 2002
Kebutuhan dan Penempatan TKI ke Luar Negeri (2001-2004)
> selengkapnya...

Website

Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
The ASEAN Secretariat
Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
PJTKI
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data