Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Internasional

Kapal Singapura Bertabrakan dengan Kapal Kargo, 1 Tewas
04 Januari 2003

TEMPO Interaktif, Singapura:Seorang perwira perempuan personel angkatan laut Singapura tewas dan tiga lainnya hilang setelah kapal patroli antikapal selam milik Angkatan Laut Singapura bertabrakan dengan kapal angkut kontainer ANL Indonesia milik perusahaan Belanda. Tabrakan antara RSS Courageous dengan kapal kargo itu terjadi Jumat tengah malam (3/1) di perairan Pedra Branca, pulau kecil yang diklaim oleh Singapura dan Malaysia.
“Keempat personel perempuan itu terjebak dalam kabin di bagian belakang kapal, yang kemudian terendam air setelah terjadi tabrakan,” kata Menteri Pertahanan Singapura Tony Tan seperti dikutip AFP, Sabtu (4/1).

Untuk memudahkan pencarian para korban, kata Tan, RSS Courageous ditarik ke pangkalan angkatan laut di pelabuhan Changi. Kemudian, untuk dapat mencapai kabin belakang tempat para korban terperangkap, kapal diangkat dari air. Tim pencari telah dapat mencapai kabin belakang. Tapi para penyelam hanya menemukan satu tubuh korban. “Kami perlu waktu untuk memastikan nasib ketiga korban lainnya. Kami telah siap untuk menghadapi kondisi terburuk,” katanya.

Di luar korban yang meninggal, kata Tan, kecelakaan itu juga mengakibatkan delapan orang anggota angkatan laut cedera ringan. Mereka langsung dibawa ke rumah sakit. Lima orang langsung diperbolehkan pulang, tiga lainnya masih harus menjalani perawatan.

Dari pihak kapal kargo milik perusahaan P&O Nedlloyd berbobot 55 ribu ton itu tidak ada korban. Delapan orang mengalami luka ringan. Kapal yang dalam perjalanan dari Malaysia menuju Korea Selatan ini diawaki oleh 11 orang kru dari Indonesia dan 12 orang warga negara Belanda.

Kapal ini, kata Tan, hanya mengalami beberapa kerusakan. Kapal ANL Indonesia saat ini ditahan di Singapura untuk menunggu penyelidikan otoritas maritim selanjutnya

“Ini mungkin kecelakaan paling buruk yang pernah dialami angkatan laut Singapura, sebagai salah satu yang paling modern di Asia,’ kata Tan.

Menurutnya, keempat perempuan awak kapal perang berbobot 455 ton itu merupakan ahli dalam persenjataan dan telekomunikasi.

RSS Courageous yang berlayar perdana pada 1996 adalah salah satu kapal dari enam kapal patroli antikapal selam milik Angkatan Laut Singapura.

Tan meyakinkan kecelakaan itu tak akan berakibat buruk pada hubungan mereka dengan Malaysia. Pihak berwenang di Malaysia belum melakukan pencarian atas korban yang hilang. Juru bicara Biro Maritim Malaysia menyatakan, Malaysia akan membantu Singapura jika ada permintaan dari pemerintah Singapura. (afp/sapto pradityo–tnr)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita luarnegeri Lainnya

Partai Demokrat Unggul di Wellington
(Selasa, 06/04/2004 | 11:23 WIB)
Al Ghozi Tewas Enam Hari Sebelum Kunjungan Bush
(Senin, 13/10/2003 | 11:10 WIB)
Al Ghozi Tidak Terbunuh di Kota Pigcawayan
(Senin, 13/10/2003 | 10:54 WIB)
Keluarga 28 Korban Warga Inggris Peringati Tragedi Bom Bali
(Sabtu, 11/10/2003 | 14:33 WIB)
Serangan Kedua AS Hantam Instalasi Militer Taliban
(Selasa, 09/10/2001 | 15:54 WIB)
Bush Sempat Kontak Chirac dan Putin
(Senin, 08/10/2001 | 14:22 WIB)
Taliban Nyatakan Jihad Lawan AS
(Senin, 08/10/2001 | 14:19 WIB)
Bush Umumkan Serangan AS ke Afganistan
(Senin, 08/10/2001 | 14:15 WIB)
Ledakan Besar Guncang Kabul
(Senin, 08/10/2001 | 11:20 WIB)
AS Serang Afganistan, Ledakan Terjadi Di Kandahar
(Senin, 08/10/2001 | 10:51 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data