|
Pemerintah Siapkan Dana Mengganti Ternak yang Dimusnahkan
Rabu, 20 Juli 2005 | 21:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan melakukan tindakan pengamanan yang lebih kuat untuk menangani flu burung. Menteri Pertanian Anton Apriyantono menyatakan tindakan itu berupa pemusnahan unggas atau babi di sebuah daerah jika ada flu burung.
Untuk merealisasikan hal ini, pemerintah memutuskan untuk menggunakan dana darurat Departemen Keuangan. Dana akan digunakan untuk mengganti unggas atau babi yang dibunuh. "Anggarannya tengah kami kaji untuk diajukan," kata Anton kepada pers usai sidang kabinet di kantor Presiden.
Anton menyatakan, dana yang ada saat ini di Departemen Pertanian hanya Rp 104 miliar. Dana inipun digunakan untuk berbagai hal lain di luar kasus flu burung, seperti jika terjadi puso atau gagal panen.
Untuk daerah Tangerang, pemerintah akan melakukan pemantauan (surveilance) yang ketat dalam radius 20 kilometer. Ini karena meningalnya seorang ayah dan dua putrinya akibat flu burung.
Diduga, ada peternakan babi di dekat rumah korban yang menularkan flu burung. Virusnya diperkirakan berasal dari peternakan unggas yang pernah terkena virus itu pada 2003. "Babi dalam radius 3 km akan dimusnahkan," kata Menteri Anton. Daerah inipun akan diisolasi.
Anton menegaskan, jumlah kasus flu burung tahun ini menurun drastis dibanding tahun lalu. Di Jambi terjadi kasus ini yang mewabahi 20 ribu ekor unggas. Di Medan, terjadi kasus sama terhadap 30 ribu ekor.
Tiga langkah penanganan yang akan diambil pemerintah, menurut Menteri Anton, adalah penerapan bio sekuriti, yaitu beternak secara bersih. Lalu vaksinasi dilakukan untuk mencegah penyebaran. Dan isolasi terhadap daerah yang terkena flu burung.
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menyatakan, konsumen agar terus mengkonsumsi telur dan unggas. "Jangan khawatir,"katanya. Karena pemerintah cukup ketat mengisolasi agar tidak terjadi penyebaran. Jenis flu burung yang ada juga terbilang konvensional.
Artinya, jika menginfeksi ayam atau telur maka cukup dimasak pada suhu 80 derajat maka virus akan mati. Menurut Menteri Mari, informasi ini akan disebarluaskan di pasar agar para pedagang dan konsumen tahu dan memahami.
Budiriza
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Menteri Pertanian (Mentan) Ir. Wadoyo diwawancara wartawan di gedung MPR/DPR RI, Jakarta, 1991. [TEMPO/Robin Ong; 07D/341/1992; 20040714].](/hg/photostock/2004/12/23/s_07D34103_high_thumb.jpg) |
![Presiden Direktur (Presdir) PT Great River International (GRI) Tbk, Sunjoto Tanudjaja (kiri) menerima ucapan selamat dari Komisaris Independen GRI, Marie Pangestu (tengah) disaksikan oleh Ketua Kehormatan GRI, Sukanta Tanudjaja (kanan) usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan & Luar Biasa PT Great River Internasional Tbk. di Graha Niaga, Jakarta, 18 Juni 2003. [TEMPO/ Purwanta BS; K15A/462/2003; 20030627].](/hg/photostock/2004/12/14/s_K15A46201_high_thumb.jpg) |
|
|
| Sunjoto Tanudjaja, Sukanta Tanudjaja dan Marie Pangestu
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|