|
Biofarma dan Badan POM Tingkatkan Komunikasi
Rabu, 29 Juni 2005 | 15:41 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menjelang assessment WHO terhadap PT Biofarma dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) meningkatkan intensitas komunikasi dengan produsen vaksin polio tersebut. "Komunikasi sebatas memberitahukan Biofarma untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam assessment,"ujar Sekretaris Umum Badan POM, Mawarwati Djamaluddin, usai seminar tentang Peran Farmasi Dalam Menanggulangi Masalah Merokok, Rabu (29/6) di Jakarta.
Biofarma akan di-assessment ulang oleh WHO untuk kembali mengikuti tender penyediaan vaksin polio untuk UNICEF setelah di-delisting dari daftar WHO, awal tahun ini. Menurut Direktur Utama Biofarma, Marzuki Abdullah, assessment rencananya akan dilakukan akhir Juli atau awal Agustus mendatang. "Mereka telah berkirim surat kepada kami,"katanya
Menurut Mawar, Badan POM terus memberitahukan Biofarma segala sesuatu yang perlu dipersiapkan. "Termasuk proses pendokumentasian QA,"katanya. Pendokumentasian QA (Quality Assurance) mempertanyakan alasan Biofarma di-delisting dari WHO. Syarat tersebut merupalkan yang terbaru ditentukan WHO dalam assessment terakhir tahun lalu terhadap Biofarma.
Mawar, mengaku belum mengetahui tentang adanya undangan tender kembali dari UNICEF terhadap Biofarma. "Kami belum tahu," katanya. Beberapa waktu lalu, Marzuki pernah menyebutkan Biofarma telah mendapat undangan tender lagi.
Marzuki mengaku menjelang assessment terus menerus meningkatkan komunikasi dengan Biofarma. "Dulu setahun dua kali, sekarang menjadi sebulan sekali," ujarnya.
Ami Afriatni
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|