|
Tangerang
Di Tangerang Ditemukan Flu Burung pada Babi
Senin, 30 Mei 2005 | 16:31 WIB
TEMPO Interaktif, Tangerang:Hati-hati penggemar daging babi, Dinas Peternakan Kabupaten Tangerang menemukan virus flu burung (Avian Influenza) pada hewan ternak Babi.
Berdasarkan hasil penelitian Badan penelitian Petliner (Balifet) terhadap 107 ekor Babi ternak yang diambil di Kecamatan Legok dan Panongan, Kabupaten Tangerang, 5 ekor babi dinyatakan positif mengidap flu burung. "Balipet dan ahli-ahli yang lain menyimpulkan virus yang didapat pada Babi itu sama dengan Avian infleunza atau H5N1," ujar kepala dinas peternakan Kabupaten Tangerang, dokter hewan Didi Aswadi, kepada Tempo, senin 30/5.
Penelitian dilakukan oleh Balipet dan para ahli
setelah serangan flu burung pada Januari-Februari 2004
lalu. Penelitian dilakukan untuk mengetahui apakah
virus flu burung bisa melalui hewan lain selain jenis
unggas. Menurut Didi, binatang Babi, salah satu hewan
ternak yang berdekatan dengan Unggas di Legok dan
Panongan sebagai basis ternak unggas. "Ternyata
hasilnya positif,"katanya.
Menurut Didi, hal tersebut merupakan temuan baru yang
harus segera disikapi dan ditindak lanjuti. "Bahwa flu
burung tidak menyerang hewan jenis unggas
saja,"katanya. Dinas peternakan, kini tengah
melakukan pengamanan pada manusia, mengecek pada hewan
lainnya untuk melihat dampak lebih jauh penularannya
ke manusia. "Kami akan melakukan pemetaan,"ujarnya. Saat ini, dinas peternakan telah memotong 30 ekor babi yang terindikasi flu burung.
Selain membuat posko, menurut Didi, pemerintah daerah
juga melakukan antisipasi seperti mengadakan
penyuluhan kepada masyarakat, meningkatkan bio
security agar suku cadang disemprot dengan antiseptik. Meningkatkan pengawalan terhadap mutasi dan
transportasi hewab ternak serta mengadakan vaksinasi
pada hewan lain dalam radius 5 km.
Joniansyah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|