Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Stres Urus Kompensasi BBM, Ketua RT Minum Racun
Kamis, 20 Oktober 2005 | 15:03 WIB

TEMPO Interaktif, Depok:Ketua Rukun Tetangga (RT) 02 / 08 Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas, Nur Hasan, nekad minum obat serangga karena stres diprotes warga yang tidak menerima dana kompensasi BBM.

Menurut penuturan, Inih, isteri Nur Hasan, menjelang maghrib dua hari lalu, suaminya dikepung warga saat sedang berjalan menuju rumah sepulang kerja. Mereka menanyakan soal dana kompensasi BBM. "Ada yang bawa golok, semuanya ngatain (mengecam) bapak," kata Inih sambil menahan tangis, Kamis (20/10).

Sesampainya di rumah, suaminya itu langsung terduduk lemas. "Pusing sama warga," ujar Inih menirukan Nur. Kemudian, sekitar pukul 19.00 WIB, ucap Inih, suaminya pergi meninggalkan rumah. "Saya nggak tahu dia mau pergi kemana," ucapnya.

Sekitar pukul 23.30 WIB, Sulaeman, tetangga Nur Hasan, menemukan tubuh Ketua RT-nya tergeletak di pelataran rumah dengan mulut penuh busa. Dari mulutnya tercium bau racun serangga. "Saya juga menemukan botol Baygon satu liter di dekat got depan. Isinya sudah habis separuh," ujarnya.

Ia pun berteriak minta tolong dan segera membawa tubuh Nur Hasan ke dalam rumah. Sedangkan Inih berusaha menyadarkan Nur Hasan dengan cara meminumkan air. Karena tak kunjung sadar, ia membawanya ke klinik. Tapi karena tutup, Nur akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Bhakti Yudha.

Inih mengaku kesulitan mencari biaya berobat suaminya yang mencapai Rp 3 juta. "Dia (suaminya) bekerja sebagai kuli bangunan. Dapat duit dari mana," ujarnya. Kini, menurut
Agus Heriyantoro, warga RT 02/08, Nur Hasan mengisolasi diri dan tak mau bergaul dengan warga. Rini Kustiani


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Garda Bangsa Buka Posko Dana Kompensasi
Warga Bekasi Protes, Orang Kaya Dapat Dana Kompensasi
Pencairan Dana Kompensasi di Bekasi Rawan Keributan
Angka Keluarga Miskin di Bogor Melonjak Drastis
Ratusan Kartu Kompensasi BBM Ditarik
BPS : 1,7 Persen Bantuan Langsung Salah Sasaran
Petugas Pendata BPS NTB Diancam
Santunan Tunai Untuk Warga Miskin Dipotong Rp 50 Ribu
Alwi shihab : Tak Ada Penyelewengan yang Disengaja
Proyek Infrastruktur Kompensasi BBM di Jember Manipulatif
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data