|
Ledakan di Sona Topas Tower Bukan Bom
Senin, 17 Oktober 2005 | 16:19 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengelola gedung Sona Topas Tower, di Jl. Jend. Sudirman, Jakarta membantah jika ledakan yang terjadi pada pukul 14.15 siang ini, Senin (17/10), berasal dari bom. "Sumber ledakan kemungkinan berasal dari sistem gas atau uap thinner yang ada di lantai 20, dan saya pastikan itu bukan dari bom,"ujar manajer pengelola gedung, Andi Titania.
Saat ini, menruut Andi lantai 20 sedang dilakukan beberapa renovasi untuk pengerjaan sebuah restoran asing. Andi menjelaskan, akibat kejadian ini, seorang luka-luka. "Berdasarkan pengamatan saya, tadi tidak ada korban jiwa, yang ada adalah korban luka di tangan sebelah kiri. Saat ini korban sedang dirawat di rumah sakit,"ujarnya.
Lantai 20 disewa untuk restoran. Situasi saat ini pekerja perkantoran mulai kembali ke kantornya, setelah sebelumnya dievakuasi saat penjinak bom, tim Gegana bekerja.
Ledakan di Gedung Sona Topas (d/h Mashill) lantai 20 pada pukul 14.15 WIB membuat serpihan kaca dari lantai 20 berhamburan jatuh dihalaman depan gedung. Selain serpihan kaca tampak lempengan besi atau baja jatuh dari lantai 20. Petugas kebersihan tampak sudah membersihkan sisa-sisa serpihan kaca.
Gedung Sona Topas berhimpitan dengan gedung Lippobank pada sebelah kanan dan gedung Bank Permata disebelah kiri. Gedung itu sempat menjadi rebutan antara pemilik yang menggunakan kelompok tertentu beberapa minggu lalu.
Ledakan sempat membuat gedung bergetar dalam hitungan detik. Getaran ini membuat panik karyawan, sehingga berbondong-bondong turun menggunakan lift ataupun tangga darurat. "Lift tidak mati," kata Selvyana, pegawai dari PT Zam Warei yang bekerja dilantai 15. Menurut Selvyana, sebelum renovasi lantai 20 merupakan tempat makan atau food court.
Menurut Rofik, 23 tahun, salah satu buruh yang sedang melakukan pengecetan dilantai 20 ledakan ada di dekat dapur. Dia saat itu sedang mengecat pintu restoran. Selain Rofik, terdapat sekitar 20 buruh lain yang melakukan renovasi.
Yudha Setiawan/Yuliawati
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|