|
Pengakuan Vicky Burki : Aku dan Ria Diangkut Truk Polisi
Kamis, 28 Juli 2005 | 23:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ria Irawan beraktivitas seperti biasa. Di Wisma Mampang, Jakarta Selatan, syuting sinetron Tante Tuti untuk kejar tayang di salah satu teve swasta. Penjagaan di wisma oleh kru film lumayan ketat.
Begitu pula dengan Vicky Burki. Pelatih senam ini berhasil ditemui saat syuting di kawasan Cinere. Dia membenarkan bersama Ria digiring ke Polda Metro dini hari kemarin. "Aku dan Ria diangkut truk polisi bersama sekitar 70 orang,"kata Vicky.
Ingatan lalu melayang mundur ke 12 tahun silam, 1993. Nama Ria Irawan muncul saat seorang bernama A. Rifardi Sukarno Putro alias Aldi, tergeletak tak bernyawa di rumahnya kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Dari hasil pengusutan polisi, kematian Aldi terkait dengan narkotika.
Ria Irawan memang sudah lama terkenal. Dalam jagat keartisan, dia pernah memenangkan Piala Citra dalam Festival Film Inonesia. Dia juga sukses membintangi sinetron Lika Liku Laki Laki sebagai Juminten.
Kini Ria berurusan lagi dengan polisi dalam kasus yang sama, narkoba. Bedanya, dulu Ria harus menjalani pemeriksaan intensif polisi, sekarang dia bebas seperti burung merpati. Polda Metro Jaya cuma meminta dia melapor, seminggu tiga kali.
Menurut Vicky, malam itu, dia baru merayakan ulang tahun salah temannya di Café Teebox, Jalan Panglima Polim. Acara itu dilanjutkan berdansa di Dragonfly. Sekitar pukul 02.00. Tiba-tiba polisi berpakaian preman datang menggelandang satu per satu pengunjung Dragonfly ke luar arena dansa. "aya disuruh ke kamar mandi untuk mengambil urine. Ria juga. Anehnya, tidak semua pengunjung diminta tes urine. Dan, hanya beberapa orang dibawa ke polda bersama puluhan orang yang berada di dalam truk,"ujarnya.
Ramidi/ewor/indriani
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|