|
Polisi Ringkus Lima "Habib" Pelaku Hipnotis
Selasa, 26 Juli 2005 | 20:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Para pelaku ketika sedang berkendaraan sebuah Daihatsu Espass, didepan Kantor Polsek Pasar Kemis, di Jalan Raya Pasar Kemis, sekitar pukul 14.00 WIB. Kapolsek Pasar Kemis Ajun Komisaris Polisi Sukamto saat ditemui di kantornya mengatakan penangkapan para pelaku karena dalam beberapa hari ini pihaknya menerima laporan bertubi-tubi melalui telefon dari masyarakat.
"Mereka mengadukan telah terhipnotis sehingga harta benda mereka lenyap," ujar Sukamto kepada wartawan. Dari keseluruhan penelefon yang berjumlah sekitar enam orang itu, petugas Polsek Pasar Kemis mendapatkan informasi jika kendaraan yang digunakan kelompok yang mengaku habib itu adalah Daihatsu Espass dengan nomor polisi A 1502 AA. "Kami langsung melakukan penghadangan di depan komando," ujar Sukamto.
Saat mobil yang dimaksud melintas, beberapa anggota Polsek Pasar Kemis langsung enghentikannya dan mengamankan lima orang pria berpakaian putih-putih itu. Dengan dialek Arabnya, mereka berpura-pura tidak mengetahui apa yang disangkakan oleh para anggota Polsek kepada mereka. Namun berbarengan dengan diamankannya mereka, lima orang warga yang telah menjadi korban aksi mereka, mendatangi Mapolsek untuk melaporkan kejadiannya.
Muslim, salah seorang korban menuturkan, peristiwa yang menimpanya itu terjadi pada Rabu (19/07) sore." Saat itu awalnya saya didatangi oleh seorang yang mengenakan pakaian putih seperti habib. Dia turun dari mobil espass. Tidak lama kemudian beberapa temannya yang juga berpakaian sama, turun dari mobil tersebut," kata warga Kampung Kewaron, RT.04/05, Desa Wanakerta, Kecamatan Pasar Kemis ini.
Salah seorang dari mereka kemudian berujar kepada Muslim, bahwa mereka adalah habib dan hendak bersilataurahmi ke rumah Muslim. Tidak lama kemudian, orang tersebut kemudian meminta segelas air putih. "Air putih itu dibacain doa dan dikasihkan ke saya," ujar Muslim.
Sesaat setelah meminum air tersebut, mereka langsung meminta sejumlah uang untuk "mas kawin" seharga dua ekor kambing. "Saya langsung menyerahkan uang sebesar Rp 1 juta dengan tambahan Rp 200.000 yang alasannya untuk ongkos habib. Selain itu, saya juga menyerahkan hand phone milik saya," rinci Muslim.
Hal yang sama juga dikatakan Remon, ketua RT.05/04, Kampung Kebon Kelapa, "Saya didatangi pada Rabu (19/07) sekitar pukul 17.00 WIB. Mereka turun dan langsung memanggil saya ustadz," jelas Remon.Menurut Remon, mereka mendatangi rumah langsung minta air putih dengan garam. "Air itu kemudian diaduk dengan garam mengunakan jarinya. Setelah itu dia menyuruh untuk diminum untuk tolak bala," kata Remon.
Salah seorang dari mereka mengatakan, menurut Remon, bisa berangkat ke tanah suci dengan syarat harus memberikan badal (syarat) berupa dua ekor kambing. "Karena saya gak punya kambing, dia minta uang seharga kambing itu. Akhirnya saya kasih Rp 800.000, berikut dengan satu buah kain sarung," jelas Remon.
Menurut Sukamto, pihaknya akan melimpahkan kasus tersebut ke Mapolres Tangerang karena tempat kejadiannya tersebar di seluruh Wilayah Kabupaten Tangerang. "Mereka bisa dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan," ujarnya.
JONIANSYAH-TEMPO
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|