Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Check Point Cegat Unggas Masuk Depok
Selasa, 26 Juli 2005 | 16:24 WIB

TEMPO Interaktif, Depok:Dinas Pertanian Kota Depok akan mendirikan check point di Bojong Sari perbatasan Tangerang untuk mencegah unggas yang masuk lewat Pondok Cabe dan Gunung Sindur. "Kami akan periksa dan vaksin semua unggas yang masuk. Kalau ada yang positif flu burung, akan kami tolak,\"kata Kepala Dinas Pertanian, Hamid Wijaya, di Depok, Selasa (26/7).

Unggas yang ada di Depok, berasal dari wilayah Jakarta, Sukabumi, Bogor, dan Tangerang. Unggas dari Sukabumi tidak terlalu mereka khawatirkan karena sudah melewati check point di Kota Bogor.

Titik pengawasan yang akan beroperasi selama tiga bulan itu, menurut Hamid, akan diperlengkapi dengan dua Dokter hewan, petugas peternakan, petugas DLLAJ dan petugas kepolisian juga obat-obatan, masker, sarung tangan, penyemprot, dan lain-lain. Ada dua alternatif bentuk check point ; mobile dengan anggaran Rp 400 juta atau pos dengan anggaran Rp 200 juta. "Besok akan saya ajukan ke Walikota. DPRD sudah memberi lampu hijau,"ujarnya.

Sejak April 2005, Dinas Pertanian Depok sudah giat melakukan vaksinasi terhadap sekitar sejuta unggas yang ada di Depok. "Dengan adanya Kejadian Luar Biasa flu burung ini, kami akan meningkatkan pemantauan ke tempat pemotongan ayam pasar tradisional dan pengepul,"ujar Hamid yang akan menurunkan 22 personilnya.

Hamid menghimbau, masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengkonsumsi ayam. Ayam yang sudah dimasak dengan benar, aman untuk dikonsumsi. "Yang bahaya itu, kontak langsung dengan unggas hidup yang positif flu burung. Ciri-cirinya, jengger berwarna biru, kaki merah, dan ada gumpalan darah di telapak kakinya,"ujar Hamid. Sejauh ini belum ada kasus flu burung di Depok.

Suliyanti Pakpahan

Dari Arsip Majalah TEMPO
Timbul Tenggelam Flu Pembunuh | 04 April 2005
Flu Burung Kembali Mematuk | 28 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 21 Maret 2005
Agum Gumelar  | 09 Pebruari 2004
Silakan Makan Daging Ayam  | 09 Pebruari 2004
Menggugat Sikap Lamban Pemerintah | 09 Pebruari 2004
Bungaran Saragih: Penanganan Flu Burung Memang Terlambat  | 02 Pebruari 2004
Berkelit dengan Resep Kuno  | 02 Pebruari 2004
Yang Meranggas Akibat Wabah Unggas  | 02 Pebruari 2004
Perjalanan Panjang Sang Virus  | 02 Pebruari 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tiga Lokasi Peternakan di Boyolali Positif Flu Burung
Peternak Terima Pembayaran Ganti Rudi
Pemerintah Kabupaten Sragen Larang Peternakan Babi
Pompa Bensin Jalan Tanah Abang II Tak Beroperasi
Pasien yang Diduga Flu Burung Membaik
Wartawan Foto Tempo Tak Terinfeksi Flu Burung
Keluarga Cemaskan Ari Sudarma Terkena Flu Burung
WHO : Infeksi Flu Burung di Tangerang Mungkin Lewat Kontaminasi Lingkungan
Menjelang Pemusnahan, Sejumlah Babi Hilang
Disiapkan 4 Lubang Untuk Bakar Babi
> selengkapnya...


Referensi

Flu Burung
Kepres RI No. 12 Thn.1994 Tentang Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional
UU RI No.23 Thn.1992 Tentang Kesehatan
Flu Burung Mungkin dari Tangerang

Website

Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Kovalainen tercepat
Tersangka Teroris Asal Singapura Tak Bisa Dideportasi
Todung Mulya Lubis Pesta Ulang Tahun Ke-59
Tak Ada Minyak Mentah Di Antapani
Walikota Cirebon Tolak Cairkan Gaji ke 13

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data