Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Rumah Sakit Honoris Tangerang Dilaporkan ke Polisi
Senin, 25 Juli 2005 | 14:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Retno Pancawati, 37 tahun, melaporkan Rumah Sakit Honoris Tangerang dan Dokter yang mengoperasi ibunya, Cicilia Djarwati, 71 tahun, ke Polda Metro Jaya. "Pasca operasi sampai kini ibu tidak pernah sadar," kata Retno Pancawati di Polda Metro Jaya, Senin (25/7).

Retno menuturkan, ibunya sudah didiagnosis menderita katarak sejak April 2004 lalu. Namun, Dokter baru menyatakan ibunya layak untuk dioperasi pada 23 Mei 2005. Retno mempertanyakan kelayaka operasi itu. Sebab, selama 14 bulan terakhir ini, ibunya mengalami strok dan berangsur-angsur pulih. "Tapi Dokter bilang enggak apa-apa, karena sebelumnya juga pernah menangani pasien yang pernah strok," Retno bercerita.

Retno pun mengiyakan operasi itu. Sebelum operasi, dokter melakukan check up terhadap Cicilia termasuk kondisi mata, jantung, dan tes darah. Retno menjelaskan ibunya masuk ruang operasi pukul 11.00 WIB pada 25 Mei. "Tapi jam 15.00 WIB, Dokter Timur dan Anton keluar. Mukanya merah, dan gugup," tuturnya.

Dokter Timur S, Sp.M adalah dokter spesialis mata yang menangani Cicilia. Sedangkan Dokter Anton Wijono, Sp.AN adalah Dokter anestesi yang turut mengoperasi mata Cicilia. "Saya belum melakukan apa-apa, baru tetes mata," ujar Retno menirukan ucapan Dokter Anton dua bulan lalu itu.

Retno mengaku tidak tahu apa yang sebenarnya dilakukan oleh para Dokter. Namun ketika itu dokter menuturkan usai diberi tetes mata, Cicilia langsung muntah-muntah dan sempat tidak ada. "Lalu, katanya, ibu kena strok yang kedua, pendarahan di batang otak," jelasnya.

Retno mengaku diberi dua pilihan oleh dokter, dilakukan operasi batang otak atau hidup sang ibu tinggal tiga jam. "Hari itu juga dilakukan operasi batang otak, namun hasilnya sampai kini, Ibu belum sadar juga," ungkapnya.

Retno datang ke Polda Metro Jaya didampingi Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan. Ia berharap, dengan pengaduan ini pihak Rumah Sakit dan Dokter bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Ibu tujuh anak itu.

Tempo sedang mengupayakan konfirmasi dari pihak Rumah Sakit Honoris Tangerang dan dokter yang menangani Cicilia Djarwati.

Indriani-Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data