Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Menjelang Pemusnahan, Sejumlah Babi Hilang
Minggu, 24 Juli 2005 | 14:11 WIB

TEMPO Interaktif, Tangerang:Sebelum proses pembakaran, sejumlah babi di tiga peternakan menghilang secara misterius. Di peternakan babi milik Indar di Rancayu, Panongan, Tangerang misalnya, dari sekitar 500 ekor babi, hanya beberapa babi saja yang ada di kandang. Itupun masih tergolong anak-anak.

Kandang-kandang babi itu terkunci dan beberapa kandang lainnya ditutupi terpal. Suasana sepi dan tidak ada satu orang pun di sana. Pintu utama menuju peternakan juga terkunci rapat. Hal yang sama juga terjadi di peternakan milik Kim Ceng, tidak jauh dari peternakan babi milik Indra. Kandang-kandang di sana hanya menyisakan beberapa ekor anak babi.

Menurut keterangan warga yang ditemui Tempo, babi-babi itu telah diangkut sejak kemarin dan malam hari menjelang pemusnahan yang dilakukan hari ini. "Kemarin malam kami lihat truk-truk mengangkut babi itu tapi tidak tahu mau dibawa kemana," kata Warsoto warga setempat.

Kim Ceng menyangkal kalau sebagian ternaknya telah diungsikan ke tempat lain. Ia yang telah turun-temurun beternak babi, tak setuju dengan rencana pemusnahan babi, meskipun dirinya setuju dengan ganti rugi yang diberikan pemerintah sebesar Rp 7 ribu perkilogram babi hidup. "Itu rahasia saya, apakah babi itu mau saya serahkan semuanya ke pemerintah atau mau dijual ke tempat lain," ujarnya.

Sementara itu, Parman peternak babi lainnya mengaku telah merelakan 84 ekor babi miliknya dimusnahkan hari ini, dengan ganti rugi Rp 7 ribu perkilogram. Sebelumnya, ia sempat mengajukan ganti rugi Rp 7.500 perkilogram. B>Joniansyah

Dari Arsip Majalah TEMPO
Timbul Tenggelam Flu Pembunuh | 04 April 2005
Flu Burung Kembali Mematuk | 28 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 21 Maret 2005
Agum Gumelar  | 09 Pebruari 2004
Silakan Makan Daging Ayam  | 09 Pebruari 2004
Menggugat Sikap Lamban Pemerintah | 09 Pebruari 2004
Bungaran Saragih: Penanganan Flu Burung Memang Terlambat  | 02 Pebruari 2004
Berkelit dengan Resep Kuno  | 02 Pebruari 2004
Yang Meranggas Akibat Wabah Unggas  | 02 Pebruari 2004
Perjalanan Panjang Sang Virus  | 02 Pebruari 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Disiapkan 4 Lubang Untuk Bakar Babi
Kasus Flu Burung, Pemerintah Diminta Tunggu Hasil Labaratorium
WHO Ingatkan Dahsyatnya Wabah Flu
Seorang Karyawan Restoran di Jakarta Pusat Kena Flu Burung
Ternak Babi Tangerang Dimusnahkan MInggu Ini
Pemerintah Beri Kompensasi Bibit dan Pakan
Menkes Pastikan Masyarakat Tak Resahkan Flu Burung
Ternak Ayam Nanda Farm Sukabumi Terus Berguguran
Pemerintah Terima Bantuan Obat Flu Burung
Masyarakat Diimbau Tak Khawatir Flu Burung
> selengkapnya...


Referensi

Flu Burung
Kepres RI No. 12 Thn.1994 Tentang Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional
UU RI No.23 Thn.1992 Tentang Kesehatan
Flu Burung Mungkin dari Tangerang

Website

Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data