|
Bungkusan Hitam di Pasar Depok Ternyata Bukan Bom
Minggu, 24 Juli 2005 | 13:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Iptu Suliyanto, Kepala Unit Antiteror Bom Polda Metro Jaya mengatakan benda yang diperkirakan bom rakitan yang ditemukan di Pasar Kemiri, Depok, ternyata hanya merupakan rangkaian pipa tanpa ada unsur peledaknya. "Tidak ada detonator, tidak bisa dibikin bom," katanya kepada wartawan di Polres Depok, Minggu (24/7).
Menurut Suliyanto, rangkaian pipa seperti itu biasanya digunakan di daerah Aceh. "Biasa di daerah Aceh, tergantung isian bomnya," katanya. Dari rangkaian pipa sepanjang 30 cm, jelas dia, tim gegana menemukan di dalamnya terdapat bubuk arang serta semen padat kering, dan baterai kecil. "Juga dilengkapi timer (pengatur waktu)."
Saat ini Kepala Unit Penyidikan Polres Depon tengah memeriksa para saksi di sekitar tempat kejadian perkara. Sekitar pukul 12.30 WIB, polisi baru saja memanggil saksi-saksi baru yakni Taufik, Darwin dan Wawan -- anak buah Udin-- dan Ella, istri Udin.
Dengan dipanggilnya saksi baru, sampai saat ini polisi sedang memeriksa sembilan orang saksi. Sebelumnya polisi memeriksa Udin, pedagang ikan lele, Susanto, pedagang plastik, serta Nadi, Jaya dan Yudhi -- anak buah Udin dan Susanto. Yuliawati
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Terdakwa kasus peledakan bom di Wisma Bhayangkari, Anang Supena (kiri) mendengarkan keterangan saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, 26 Agustus 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/044/2003; 20030926].](/hg/photostock/2005/03/23/s_K18A04405_high_thumb.jpg) |
![Poster daftar pencarian orang (DPO) yang dipasang di tembok Gedung Jaya, Jakarta, 2 September 2003. [TEMPO/ Imam Sukamto; K18A/036/2003; 20030926].](/hg/photostock/2005/03/14/s_K18A03608_high_thumb.jpg) |
|
|
| Poster Daftar Pencarian Orang
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|