Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Disiapkan 4 Lubang Untuk Bakar Babi
Minggu, 24 Juli 2005 | 13:03 WIB

TEMPO Interaktif, Tangerang:Lubang seluas 4 kali 4 meter dengan kedalaman 2 meter telah disiapkan untuk membakar seratusan babi di sejumlah peternakan di Kecamatan Panongan dan Legok Kabupaten Tangerang, Minggu (24/7).

Acara pemusnahan babi dengan cara membakarnya itu akan dihadiri oleh Menteri Pertanian, Menteri Kesehatan, dan Menteri Perdagangan, serta instansi terkait dari pusat maupun dari daerah.

Kepala dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Tangerang, Didi Aswadi mengatakan proses pemusnahan ini menggunakan prinsip kesehatan hewan. Sebelum dimusnahkan, babi itu dibius atau dibuat pingsan, lalu disembelih dan dibakar di dalam lubang secara massal.

Menurut Didi, semula pembakaran menggunakan dua lokasi yaitu di Desa Ciangir Panongan dan Desa Babat Legok. Namun akhirnya disepakati menjadi satu lokasi yaitu Desa Babat. Namun hingga kini belum ada kepastian berapa jumlah ekor babi yang akan dimusnahkan. Sejauh ini, kata Didi, pihaknya masih menunggu keputusan dari Balitvet Bogor yang memeriksa 120 ekor babi pada pekan lalu. Menurutnya dari hasil Balitvet itu hewan atau ternak babi yang terinfeksi flu burung akan dimusnahkan.

Saat ini di lokasi pemusnahan, ribuan masyarakat tampak bergerombol untuk menyaksikan proses pemusnahan babi. Antusiasme masyarakat cukup tinggi karena menurut mereka ini adalah pertama kali melihat babi dimusnahkan dengan cara dibakar.

Beberapa warga sendiri mengaku tidak begitu terganggu dengan banyaknya ternak babi di kampung mereka. Sebab, para peternak babi selama ini cukup menjaga ternaknya dan aman bagi warga, karena babi itu di dalam kandang yang cukup kuat dan tidak pernah keluar dari kandang. Beberapa hanya mengkhawatirkan peternak liar yang membiarkan babi-babi mereka berkeliaran. Joniansyah

Dari Arsip Majalah TEMPO
Timbul Tenggelam Flu Pembunuh | 04 April 2005
Flu Burung Kembali Mematuk | 28 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 21 Maret 2005
Agum Gumelar  | 09 Pebruari 2004
Silakan Makan Daging Ayam  | 09 Pebruari 2004
Menggugat Sikap Lamban Pemerintah | 09 Pebruari 2004
Bungaran Saragih: Penanganan Flu Burung Memang Terlambat  | 02 Pebruari 2004
Berkelit dengan Resep Kuno  | 02 Pebruari 2004
Yang Meranggas Akibat Wabah Unggas  | 02 Pebruari 2004
Perjalanan Panjang Sang Virus  | 02 Pebruari 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kasus Flu Burung, Pemerintah Diminta Tunggu Hasil Labaratorium
WHO Ingatkan Dahsyatnya Wabah Flu
Seorang Karyawan Restoran di Jakarta Pusat Kena Flu Burung
Ternak Babi Tangerang Dimusnahkan MInggu Ini
Pemerintah Beri Kompensasi Bibit dan Pakan
Menkes Pastikan Masyarakat Tak Resahkan Flu Burung
Ternak Ayam Nanda Farm Sukabumi Terus Berguguran
Pemerintah Terima Bantuan Obat Flu Burung
Masyarakat Diimbau Tak Khawatir Flu Burung
Pemerintah Musnahkan Unggas dan Ternak di Tiga Provinsi
> selengkapnya...


Referensi

Flu Burung
Kepres RI No. 12 Thn.1994 Tentang Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional
UU RI No.23 Thn.1992 Tentang Kesehatan
Flu Burung Mungkin dari Tangerang

Website

Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Larikan Mobil Polisi, Pemabuk Tewas
Hillary Clinton Tolak Pencalonan McCain dan Palin
Introspeksi Gaya PSP
Sejumlah Calon Legislator Dicalonkan Dua Partai
Kecelakaan Beruntun di Tol Cibitung, Satu Polisi Luka Parah

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data