|
Gara-gara Perpres 36/2005 Warga Diteror Petugas Pemerintah dan Calo
Sabtu, 23 Juli 2005 | 19:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Para korban proyek Banjir Kanal Timur (BKT) yang belum menyetujui harga sesuai Nilai Jual Obyek pajak (NJOP) mengaku resah dengan upaya pemerintah dan pihak lain untuk mewujudkan proyek banjir kanal timur. Para warga merasa diteror, serta adanya pengerukan dan gerilya dari para calo tanah untuk membujuk menyerahkan tanahnya.
Menurut Nanang, warga Malaka Sari Jakarta Timur dalam pertemuan dan dialog interaktif warga dan anggota DPD DKI mengenai Banjir kanal timur. "Hari-hari terakhir ini semakin meresahkan warga, selain oleh orang pemerintah juga karena gerilya calo itu,"katanya.
Keresahan ini muncul, menurut Nanang, sejak Gubernur DKI Sutiyoso meminta Walikota Jakarta Timur menyelesaikan ganti rugi dan persoalan pada proyek BKT ini. "Waktu-waktu sebelumnya, untuk negosiasi dan pembicaraan soal ini sebelumnya melalui undangan dari kelurahan, Rw, forum, dan Rt. Namun setelah pertemuan ada tenggat dari gubernur itu, kini pihak Walikota langsung menyurati pemilik tanah, dan musyawarah tak dijalankan, pemilik tanah hanya suruh teken,"katanya.
Banyak warga ketakutan soal ancaman pengambilan uang di Pengadilan Negeri dan intimidasi petugas pemerintah DKI.
Keresahan warga yang lain yakni terkait dengan pengerukan lahan yang sudah terbayar dan dilepaskan oleh pemiliknya. Lahan yang dikeruk tersebut akhirnya menjadi empang. Menurut Aliman dari Aliansi Lingkungan Madani. "Empangisasi ini jelas membuat warga juga semakin resah. Lagi pula sudah beberapa orang jadi korban jatuh tenggelam dalam empang itu,"katanya.
Di lapangan sejumlah lahan yang sudah menjadi empang antara lain di Duren Sawit 2 tempat ; di perempatan Pondok Kopi jalan Sugiyono dan di dekat RS Duren Sawit jalan Sugiyono kurang lebih masing-masing 5000 m2. Di Pulo gebang di Rw I dan Rw III kurang lebih juga luasnya 4000 m2, Pondok Kopi, dan Cipinang Besar Selatan.
Empang-empang ini saat ini hanya dipagari kawat ada yang dibiarkan begitu saja. Sebagian amsyarakat memanfaatkan untuk memancing ikan di tempat tersebut.
Dian Yuliastuti
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|