Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Warga Villa Melati Mas Tak Isolasi Keluarga Iwan
Kamis, 21 Juli 2005 | 05:31 WIB

TEMPO Interaktif, Tangerang:Warga Villa Melati Mas, Serpong, Tangerang menyatakan tidak terpengaruh sama sekali dengan tewasnya Iwan dan dua anaknya akibat flu burung. Sampai hari ini mereka masih melakukan aktivitas seperti biasa dan menghadiri tahlilan di rumah Iwan . "Sampai hari ini warga tidak pernah melakukan isolasi atau menjauhi keluarga Iwan,"kata Ketua RT setempat Sunaryo.

Menurut Sunaryo, istri Iwan, Lin Rosalina dan anaknya Fariz Rizki, 12 tahun, tetap diterima di lingkungan itu. "Rizki beberapa hari ini sudah bermain seperti biasa dengan anak-anak di kompleks itu,"kata Sunaryo. Ketua RT itu juga menyatakaan tidak ada satupun warga yang pergi atau mengungsi dari Villa Melati Mas ke tempat lain setelah mengetahui Iwan dan anaknya positif flu burung.

Menurut Sunaryo, warga sudah mengetahui penularan flu burung tidak antar manusia. Sejauh ini warga masih tenang-tenang saja. Berdasarkan pengamatan, semalam ada tahlilan di rumah Iwan. Warga masih banyak yang berdatangan ke rumah Iwan. Tetangga Iwan pun masih melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa, seperti sholat maghrib dan menghadiri tahlilan di rumah Iwan. Begitu juga dengan saudara-saudara Iwan yang datang dari Bandung. Mereka tetap dengan sabar memberi perhatian Lin dan anaknya.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Tangerang Didi Aswadi menyatakan hingga kini pihaknya masih melakukan penelitian untuk mengetahui tipe H5N1 yang menyerang Iwan dan keluarganya. Jika hasil DNA sampel darah unggas dan babi, itu 2.3, itu berarti dari unggas. Tetapi jika DNA nya 2.6, itu berarti dari babi. "Kami akan melakukan pengambilan sampel secara padat kepada semua ternak unggas dan babi di Kabupaten Tangerang Kamis hari ini (21/7),"kata Didi.

Joniansyah

Dari Arsip Majalah TEMPO
Timbul Tenggelam Flu Pembunuh | 04 April 2005
Flu Burung Kembali Mematuk | 28 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 21 Maret 2005
Agum Gumelar  | 09 Pebruari 2004
Silakan Makan Daging Ayam  | 09 Pebruari 2004
Menggugat Sikap Lamban Pemerintah | 09 Pebruari 2004
Bungaran Saragih: Penanganan Flu Burung Memang Terlambat  | 02 Pebruari 2004
Berkelit dengan Resep Kuno  | 02 Pebruari 2004
Yang Meranggas Akibat Wabah Unggas  | 02 Pebruari 2004
Perjalanan Panjang Sang Virus  | 02 Pebruari 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jeritan Peternak Ayam Sukabumi Akibat Flu Burung
Pemerintah Siapkan Dana Mengganti Ternak yang Dimusnahkan
Virus Flu Burung Menular Melalui Unggas
Menteri: Keluarga Iwan Positif Terinfeksi Flu Burung
Universitas Hongkong Belum Kirim Hasil Penelitian Flu Burung
Sweeping Unggas di Banten
Dua Kecamatan di Tangerang Terancam Flu Burung
Akibat Virus Flu Burung Peternak Unggas di Banten Resah
Sutiyoso: 350 Orang Pernah Kontak dengan Keluarga Iwan
Bandung Perketat Masuknya Unggas
> selengkapnya...


Referensi

Flu Burung
Kepres RI No. 12 Thn.1994 Tentang Badan Pertimbangan Kesehatan Nasional
UU RI No.23 Thn.1992 Tentang Kesehatan
Flu Burung Mungkin dari Tangerang

Website

Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Dukun Usep Dieksekusi Regu Tembak di Lebak
DPRD Cirebon Minta Kamar Hotel dan Mobil Baru
Festival Industri Kreatif 2008 Dibuka Hari ini di Bandung
Eksekusi Mati Sumiarsih Sesuai dengan Prosedur
Rencana Penyemayaman Jenazah Sumiarsih Batal

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data