Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Warga Cideng Akan Digusur Gubernur Pakai Perpres 36/2005
Selasa, 19 Juli 2005 | 18:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Permukiman di sepanjang bantaran Kali Cideng yang mengalami penyempitan akan dibebaskan oleh Pemda DKI Jakarta. Rencana itu dilakukan untuk membebaskan istana Presiden, istana Wakil Presiden, serta Balaikota DKI Jakarta dari banjir.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, penyebab terjadinya banjir yang menggenangi perkantoran yang berada di sekeliling Monumen Nasional hingga Jalan Thamrin pada Jumat (15/7) pekan lalu disebabkan oleh penyempitan badan Kali Cideng di ruas yang berada di sepanjang Jalan Jati Baru hingga flyover Cideng.

Curah hujan yang tinggi dan penyumbatan di Kali Cideng yang membuat air menggenang hingga masuk Istana Wakil Presiden pekan lalu. "Khusus yang kemarin memang ada bottle neck di Cideng, ada sekian ratus meter yang harus kita bebaskan yang selma ini mengalami hambatan karena warga tidak mau memberikan lahannya,” kata Sutiyoso di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (19/7).

Menurut Sutiyoso, khusus untuk mengendalikan genangan air yang menggenang hingga kantor pemerintahan di sekitar Monumen Nasional, pemerintah daerah mengoperasikan pompa air di Jembatan Serong, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Agar air yang berasal dari saluran air di pinggiran jalan Kebon Sirih dan Jalan Abdul Muis melintasinya hingga masuk ke Kali Cideng.

Penyumbatan badan Kali Cideng di ruas sepanjang Jalan Jati Baru hingga flyover Cideng itu yang membuat kerja pompa terhambat. Pihak Pemda DKI Jakarta berencana untuk membebaskan permukiman penduduk yang berada di sekitar bantaran Kali Cideng di ruas itu. "Itu yang akan kami bebaskan, dengan adanya Perpres 36 itu akan membantu kami untuk bisa mempercepatnya,"kata Sutiyoso.

Perpres 36/2005, menurut pakar agraria pada pertemuan informal di kantor BPN beberapa waktu lalu, diusulkan Perpres itu direvisi. Karena ternyata disalahgunakan para penyelenggara kekuasaan, dalam hal ini Gubernur dan bawahannya. "Perpres itu saat kami merumuskannya sebenarnya untuk pegangan bagi pemerintah. Perpres itu tidak applicable,"kata Profesor Ny, Arie S. Hutagalung, salah seorang pakar dalam merumuskan Perpres itu.

Artinya, ketika berhadapan dengan pemegang hak atau pemilik tanah, Prepres itu tak bisa diterapkan. "Harus kembali pada musyawarah, karena hanya ada dalam Undang-undang soal pelepasan hak itu,"kata Ny.Hutagalung. Karena Perpres itu dibuat mendadak untuk kepentingan investor pada Infrastructure Summit yang lalu.

Ahmad Fikri

Dari Arsip Majalah TEMPO
Demi Judi, Saya Rela Masuk Neraka | 21 Maret 2005
Bajaj? Nehi, Nehi... | 14 Pebruari 2005
Bernapas Lega di Jakarta | 14 Pebruari 2005
Kue Parkir Jakarta  | 15 Desember 1998
Budaya Parkir Kosmopolitan  | 15 Desember 1998
Merebut Kue yang Hilang  | 15 Desember 1998
Menghitung Uang Lewat Detak Jam  | 15 Desember 1998
Yang Terhempas dan yang Terkandas  | 08 Desember 1998
'Mereka Jual, Kami Beli'  | 08 Desember 1998
Pasar Budak, Setengah Abad Kemudian  | 08 Desember 1998
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes tukang becak yang tergabung dalam Koalisi Ornop untuk Transparasi Anggaran (KOTA) dengan spanduk Protes oleh Forkot dengan spanduk bertuliskan Sutiyoso pelanggar HAM di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta tanggal 6 Juni 2000 [TEMPO/ Bernard Chaniago; 30d/098/2000; 2000/06/19].
Protes Tukang Becak
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kantor Wapres Kebanjiran
Hujan Berhenti, Sudirman Arah Bundaran HI Macet Total
Pintu Air Manggarai Siaga III
Nasib Enam Jalan Tol Di tangn Dewan Transportasi Kota
Warga Kampung Melayu Tuntut Tambahan Ganti Rugi
INCIS : Rapor Sutiyoso Merah
Pakar : Perpres Nomor 36/2005 Disalahgunakan Penyelenggara Negara
Cianjur Menjadi Penyangga Jakarta
Pesta Kembang Api Malam Ini di PRJ
Pemda Kaji Penyerahan SLTP 56
> selengkapnya...


Referensi

Protap Permintaan Obat-obatan KLB Banjir
Konflik Sampah, Lemahnya Manajemen Persampahan
Kompos, Salah Satu Jalan Keluar Problem Sampah
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
Peta Banjir DKI Jakarta 2005
Mengapa Jakarta Banjir?
Banjir Datang Lagi
> selengkapnya...

Website

Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Situs Transjakarta-Busway
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (PPWSCC)
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Dukun Usep Dieksekusi Regu Tembak di Lebak
DPRD Cirebon Minta Kamar Hotel dan Mobil Baru
Festival Industri Kreatif 2008 Dibuka Hari ini di Bandung
Eksekusi Mati Sumiarsih Sesuai dengan Prosedur
Rencana Penyemayaman Jenazah Sumiarsih Batal

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data