|
Warga Kali Baru Masih Kesulitan Air Bersih
Senin, 18 Juli 2005 | 14:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ratusan Kepala Keluarga yang tinggal di RW 08/09dan 10 Kelurahan Kali Baru Cilincing Jakarta Utara hingga kini masih kesulitan air bersih. Bahkan, banyak diantara mereka yang telah memutuskan sambungan air dengan pihak Thames PAM Jaya (TPJ).
Astini, warga RT 01/10 Kelurahan Kali Baru mengaku enggan membayar abonemen air PAM sebesar Rp 15.000 per bulan. "Gimana mau bayar, orang airnya nggak ada," kata Astini, Jakarta, Senin (19/7).
Ia mengatakan, sejak pindah ke Kali Baru 2 tahun lalu, air PAM sudah tidak lancar. Ia mengaku untuk memperoleh air bersih harus membeli dari pengecer sebanyak 2 gerobak (sekitar 200 liter) setiap harinya, dengan harga Rp 1.000 per gerobak.
"Untuk mandi saja seember dan diirit-irit," keluhnya. Ironisnya, sumur yang dibuatnya dengan biaya hampir Rp 1,7 juta airnya asin. Sehingga, "Airnya buat nyuci ikan."
Hal sama dikatakan Yuli dan Zulkifli, pasangan suami istri warga RT 05/10. Bahkan, ia mengaku mengambil air dari jalur pipa sebuah perusahaan dengan terlebih dahulu memberi tip sekitar Rp 700 ribu untuk petugas TPJ. "Kalau saya, airnya masih jalan tapi baru mengalir jam 10.00 malam," kata Yuli.
Pantauan Tempo, di 3 RW itu, banyak gerobak berisi 4 sampai 6jeriken air yang telah kosong. Masing-msing jeriken berisi sekitar 20 liter air bersih. Orang-orang membeli air untuk minum dan mandi. Ketiga RW itu memiliki jumlah RT rata-rata 9 buah. Masing-masing RT dihuni sekitar 50 KK.
Hanafi, penjual air bersih mengaku memperoleh air dari jalur pipa perusahaan. Ia menampung dalam sebuah fiber berukuran 500 liter. Ia baru memperoleh air sekitar pukul 01.00 dini hari. "Itu pun hanya mengalir 2 jam," ungkapnya.
ewo raswa
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|