|
RS Siloam Gleneagles Tetap Berjalan Normal
Minggu, 17 Juli 2005 | 01:48 WIB
TEMPO Interaktif, Tangerang:Rumah Sakit Siloam Gleaneagles, Karawaci, Tangerang, menyatakan tidak melakukan tindakan apa-apa terhadap rumah sakit tersebut sehubungan meninggalnya Iwan Siswara dan anaknya Sabrina, 8 tahun, dan Thalita, 1 tahun, ketika dirawat di rumah sakit itu.
Ruang tempat merawat Iwan tetap steril dan untuk melayani pasien lain. "Semua berjalan normal dan biasa-biasa saja," ujar Public Relation RS Siloam, Pingkan, kepada Tempo, Jumat (15/7).
Departemen Kesehatan mencurigai kematian Iwan dan dua anaknya akibat virus flu burung (avian influenza). Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan gejalanya tidak cocok dengan SARS atau Hanta Virus.
Menurut Pingkan, sejak dirawat di Rumah Sakit Siloam, Iwan dan anaknya Sabrina berada di ruang Intensive Care Unit (ICU). Dalam melakukan pelayanan medis terhadap korban, pihak rumah sakit telah melalui jalur yang benar sesuai prosedural medis.
Dokter Anastina, Direktur Medis RS Siloan Gleaneagles yang dihubungi Sabtu (16/7) pagi menambahkan, pihaknya belum mengetahui asal virus flu burung yang menimpa Iwan. Penelitian itu tengah dilakukan oleh Departemen Kesehatan. "Kemungkinan terkontaminasi virus kecil sekali," katanya.
Mengenai penularan melalui pendingin ruangan (AC) karena AC di Siloam menggunakan sistem sentral, Anastasia mengatakan, "AC di rumah sakit mengunakan sistem sentral, namun pengaturannya setiap unit tidak sama."
Untuk sirkulasi pendingin ruangan di ruang ICU langsung dibuang keluar. "Khusus untuk ruang ICU, kami telah melakukan sterilisasi." Berdasarkan pantauan Tempo, pengunjung maupun pasien yang dirujukkan ke RS Siloam berjalan normal. Tidak tampak kekhawatiran sehubungan dengan kasus dugaan flu burung yang meninmpa Iwan.
Joniansyah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|