|
Polisi Bantah Menjebak Ellyas Pical
Kamis, 14 Juli 2005 | 17:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Polisi menggunakan sistem penyamaran ketika menangkap mantan juara dunia tinju kelas batam versi IBF Ellys Pical, Rabu (13/7) dini hari.
"Seorang anggota kami menyamar di diskotek Milles, Jakarta Barat, tempat tersangka ditangkap," ujar Kepala Satuan II Psikotropika Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Ajun Komisaris Besar Heru Wahyudi, Kamis (15/7).
Heru menuturkan, anggotanya datang ke lokasi dan berpura-pura mencari ekstasi. "Kebetulan ia bertemu dengan wanita (tersangka Lisdiana) itu," tuturnya. Lisdiana mengaku dapat mencarikan ekstasi seperti diminta polisi yang menyamar itu. Saat Lisdiana bersama Pical membawa tiga butir ekstasi, polisi langsung menangkap.
Seorang yang mengaku anggota Komite Tinju Indonesia di Mabes Polri menuturkan, ada kemungkinan Pical dijebak. Dikatakannya, Pical mengaku ada seorang wanita datang dan meminta tolong untuk membelikan ekstasi sambil memberikan uang. Pria yang datang menjenguk di tahanan itu menambahkan, saat Pical menyerahkan ekstasi kepada polisi yang menyamar atas permintaan Lisdiana, ia langsung diborgol.
Pical menolak menjawab pertanyaan wartawan. Ia hanya mengiyakan ketika wartawan bertanya, apakah dirinya dijebak. Pical dan Lisdiana hari ini dikeluarkan dari tahanan untuk diperiksa. Keduanya mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye.
Mantan petinju nasional Nico Thomas juga datang menjenguk. Walaupun mengaku belum bertemu dengan Pical, Nico menyatakan prihatinan atas nasib Pical. "Kalau tahu dia bekerja sebagai security saya tarik sebagai pelatih," tutur pelatih Sasana Pesona Boxing Jombang, Bintaro itu.
Jonathan dari Ikatan Pelatih Petinju Nasional dan pengacara Ismail Tuasikal juga tampak datang menjenguk Pical. Indriani
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|