Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Lampu di Monas Akan Dipadamkan Secara Bergiliran
Selasa, 12 Juli 2005 | 18:41 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Dinas Pertamanan Sarwo Handayani mengatakan, kantornya sedang berembuk dengan pengelola Penerangan Jalan Umum untuk memadamkan lampu-lampu di Monumen Nasional secara bergilir. Pemadaman juga akan dilakukan di taman-taman kota.

"Target utamanya di Monas, di sana ada beberapa kawasan yang terang benderang. Tapi saya nggak mau kalau gelap gulita karena akibatnya kriminalitas bisa lebih besar," kata Handayani kepada wartawan di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (13/7).

Dikatakannya, pemadaman tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Pemadaman sebagian pencahayaan, kata dia, juga tidak perlu dilakukan di taman-taman kota di permukiman padat.

Ada 73 taman di permukiman padat penduduk yang dikelola Dinas Pertamanan. Luasnya bervariasi antara 200 dan 1.500 meter persegi.

General Manager PT PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang Fahmi Mochtar mengatakan, jika secara teknis memungkinkan, lampu jalan akan dibuat menyala selang seling. "Sekarang merata semua," tuturnya.

Cara lainnya, dengan memperkecil daya listrik lampu jalan atau memasang KWh meter untuk mengukur dengan akurat penggunaan listriknya. Ahmad Fikri

Dari Arsip Majalah TEMPO
Harga Minyak, Bukan Sekadar Asumsi APBN | 11 April 2005
Surat Pembaca | 04 April 2005
APBN-P 2005 (Tidak) Realistis? | 04 April 2005
Bisnis Sepekan | 04 April 2005
DPR Tidak Serius | 28 Maret 2005
Besar Pasak daripada Tiang | 28 Maret 2005
Dilema Pemain Baru | 21 Maret 2005
Minyak Panas di Gedung Parlemen | 21 Maret 2005
Menyumbat Kebocoran Minyak | 21 Maret 2005
Hari Purnomo Meminta Pemeriksaan Dihentikan | 21 Maret 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes aktifis Forkot menentang/ menolak kenaikan  harga BBM dengan poster bertuliskan  BBM naik, harga-harga melambung, Jakarta, 2 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/096/2001; 20010425]. Protes aktifis Forkot menentang/ menolak kenaikan harga BBM dengan spanduk bertuliskan  Tolak kenaikan BBM, Jakarta, 2 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/096/2001; 20010425].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pertamina: BBM Normal Akhir Juli
Kenaikan Harga Solar Industri Dinilai Terlalu Cepat
Sekolah Penerima Dana Hibah Tetap Pungut Biaya
Letnan Dua Soeharto Pagi Ini Divonis
Warga Keluhkan Maraknya Calo Sekolah
Dewan Minta Kualitas Resapan Air Dijaga
Wali Kota Jakarta Utara Matikan Separuh Lampu Hias
Polisi Masih Awasi Markas Ahmadiyah
Gubernur DKI Edarkan Instruksi Hemat Energi
Pemerintah Batasi Jam Siaran Televisi dan Radio
> selengkapnya...


Referensi

Kota-kota Mulai Lumpuh
Inpres No. 5 Tahun 2000 tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Penyalahgunaan Pada Penyediaan dan Pelayanan Bahan Bakar Minyak.
Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
PT PLN (Persero)
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Komisi Pemilihan Palembang Pleno
Motivasi Inggris Melawan Kroasia Bukan Balas Dendam
Eva Mendes Ogah Jadi Ibu
Indeks Asia Naik Setelah Pengambilalihan Freddie dan Fannie
Seribu Lebih Calon Jemaah Haji Datangi Istana

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data