|
Minyak Tanah Langka di Depok
Sabtu, 09 Juli 2005 | 17:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Warga Depok mengeluhkan terbatasnya stok minyak tanah di wilayah itu. Untuk mendapatkan minyak tanah, sebagian besar warga harus berkeliling atau menunggu berhari-hari untuk mendapatkan minyak tanah. Seperti dituturkan Fatimah, 45 tahun, warga Jl. Stasiun UI Gg. Sawo, warung miliknya sudah sejak Senin 4 Juli lalu memesan 3 jerigen (60 liter) minyak tanah, namun baru pada Kamis (7/7) pesanan itu diterima dari pangkalan minyak tanah. ?Malah tukang minyak sudah seminggu tidak berjualan,? ujarnya kepada Tempo, abtu (9/7).
Minyak itu langsung diprioritaskan bagi pemilik warung makan yang memesan per hari 20 liter dan pedagang lainnya 15 liter. Sisanya baru dijual eceran.
Hal itu dibenarkan Ibu Jayadi tetangga Fatimah yang memiliki usaha warung tegal (warteg). Usaha wartegnya yang memerlukan minyak 15 liter per hari, sering terlambat dipenuhi pedagang minyak langganannya. ?Kalau sudah begitu, saya cari ke warung-warung,? ujar Ny. Jayadi.
Ibu Eni, agen pernak pernik kecantikan di Stasiun Depok lama malah sejak pagi mencari minyak tanah dan baru ketemu siang harinya dari warung kelontong milik Adam.
Warung Adam sejak kemarin memang terus didatangi tetangganya yang mencari minyak tanah. Tapi karena tidak ada, tetangganya mencari ke tempat lain. Baru hari ini, warung milik Adam mendapat kiriman 250 liter minyak tanah alias 1 drum. Itu pun langsung diserbu ibu-ibu dan habis 2 jam kemudian.
?Boro-boro (habis dalam) 1 hari, cuma 2 jam. Minyak datang jam 10.00 WIB dan langsung habis jam 12.00 WIB,? kata Adam yang juga memiliki warung makan yang dijaga anak jalanan itu.
Ibu Upi, 50 tahun, pedagang kue basah Stasiun Depok lama juga mengalami hal sama. ?Saya sampai lari-lari ke warung untuk nyari minyak tanah,? ujarnya.
Konsumsi usahanya yang membutuhkan minyak tanah 10 liter per hari pun dikurangi menjadi 5 liter. Begitu juga Ibu Inem, penjual sayur yang beralamat di Gg. Belimbing Sawah I Rt.06/03 Pancoran Mas Depok.
?Seminggu ini susah nyari minyak tanah, kalau ada rebutan. Makanya sekalinya ada, saya langsung beli 5 liter. Ibu-ibu lainnya beli langsung 10 liter buat persediaan,? tuturnya.
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|