|
Kebakaran Landa Muara Bahari:
50 Rumah Hangus Terbakar
Sabtu, 09 Juli 2005 | 13:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Setidaknya 50 rumah di wilayah RT 004, 005, dan 006, RW 012 Kampung Muara Bahari, Kelurahan Tanjung Priok, Jakarta Utara luder dilalap api, Sabtu (9/7), sekitar pukul 01.00 WIB. Keganasan si jago merah itu juga merengut jiwa janda tua yang tak sempat menyelamatkan diri. Diperkirakan kerugian mencapai puluhan juta. Kini, kawasan itu tinggal puing dan duka.
Untuk mengatasi kobaran api, Dinas Kebakaran DKI kesulitan menjangkau daerah kebakaran karena rumah-rumah penduduk rapat berhimpitan dan tak ada sumber air yang cukup. Menurut saksi mata sujmber api diduga berasal dari lilin yang jatuh menimpa majun (tumpukan perca kain) dan gelas-gelas plastik minuman mineral di rumah kontrakan Iin, 38 tahun, di wilayah RT
005/12. "Saya melihat kobaran api membumbung tinggi di belakang rumah yang saya kontrakan ke Pak Ta. Malam itu, selepas tahlilan memperingati tiga hari meninggalnya suami, saya tidak tidur. Tiba-tbia ada teriakan, api...api, saya loncat ke dalam rumah untuk menyelamatkan barang-barang yang bisa diangkat. Namun semuanya ludes karena hembusan api jauh lebih cepat," ujar Iin.
Samining, 35 tahun, misalnya. Pemilik toko kebutuhan rumah tangga ini kehilangan uang Rp 5 juta yang disimpan di bawah kasur, seluruh isi toko senilai Rp 20 juta, dan rumah tinggal. "Saya tak sempat menyelamatkan harta benda karena saat peritiwa itu terjadi saya hanya bisa membawa beberapa barang, tapi ketika lari saya tak kuasa sehingga jatuh pingsan. Kini harta saya tinggal baju di badan ini," katanya.
Selain harta benda, amukan si jago merah juga merengut seorang nenek Mak Peang, 80 tahun. Perempuan yang sehari-hari menjaga Madrasah Al Almin, Muara Bahari, Tanjung Priok, ini tinggal di rumah yang berjarak lima rumah dari sumber kebakaran. Ia tak sempat menyelamatkan diri, ketika mayatnya ditemukan seluruh tubuhnya hangus. "Saya hampir tak mengenali mayatnya, bahkan hingga kini potongan kakinya yang terhimpit kayu belum ditemukan," kata Darmadi, 30 tahun, saksi lainnya.
Untuk memastikan penyebab kebakaran pihak kepolisian yang dipimpin Inspektur Satu Stefanus Tamuntuan, dari Unit Reserse dan Kriminal Polisi Sektor Tanjung Priok, masih mencari pengontrak rumah Iin. "Kami masih mencari Pak Ta di sekitar tempat kejadian perkara untuk dimintai keterangan. Sebab kami belum bisa memberikan kesimpulan apa penyebab kebakaran tersebut,"jelasnya kepada Tempo.
Bangunan-bangunan semi permanen itu kini telah menjadi arang, duka mendalam masih menyelimuti warga Kampung Bahari. Dinas Sosial pemerintah daerah Jakarta dibantu masyarakat telah menyiapkan dapur umum dan tenda darurat di halaman Madrasah Al Amin untuk menampung para korban kebakaran.
choirul aminuddin
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Kepulan asap hitam saat kebakaran pabrik AKI GS di tepi jalan tol Bandara Soekarno - Hatta, Cengkareng, Jawa Barat, 1993. [ TEMPO/ Ivan Haris; 18D/050/1993; 20020530 ].](/hg/photostock/2005/03/25/s_18D05007_high_thumb.jpg) |
![Penduduk berusaha memadamkan api saat kebakaran rumah di Jl. Casablanca, Jakarta, 26 April 2001. [TEMPO/ Hendra Suhara; K2A/046/2001; 20010702].](/hg/photostock/2005/03/10/s_K2A04603_high_thumb.jpg) |
|
|
| Kebakaran Rumah di Casablanca
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|