Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Hindari Kota Bogor
Sabtu, 09 Juli 2005 | 09:58 WIB

TEMPO Interaktif, Bogor:Bagi anda yang hendak bepergian ke kota Bogor hari ini, sebaiknya ditunda saja jika tak ingin terjebak kemacetan. Mulai pukul 12.00 hingga 22.00 nanti, arus lalu lintas di kota itu akan dialihkan seiring hajatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Bogor.

Ya, hari ini Presiden Yudhoyono menggelar resepsi pernikahan putra sulungnya Letnan Satu Infantri Agus Harrimurti Yudhoyono dengan Annisa Larasati Pohan. Rombongan pengantin akan datang melalui Jalan tol Jagorawi, keluar pintu tol Bogor, ke Jalan Raya
Pajajaran, belok kiri ke arah Istana Bogor melalui Jalan Jalak Harupat, Sempur, emudian masuk ke pintu gerbang utama (pintu I) sebrang markas CPM.

Diperkirakan sekitar pukul 14.00 WIB, iring-iringan mobil pengantin, mobil Presiden, pengawalan Presiden, keluarga dan kerabat mempelai, akan berangkat dari Jalan Senopati, Jakarta. Setibanya di Kota Bogor akan dipandu 12 motor besar voreder dan 4 unit Patwal Polda Jabar.

Untuk undangan pejabat tinggi dan para duta besar akan dikawal oleh Patwal Polresta dan Polwil Bogor, tamu undangan ini akan masuk melalui Pintu II (depan Balaikota Bogor). Berbeda dengan undangan lainnya, kerabat dan teman mempelai, tanpa dikawal dan masuk melalui Pintu III (dekat Gereja Zebaoth). Jalur keluarpun sama.

Khusus untuk parkir tamu undangan disiapkan di seputar Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor, dalam Istana untuk keluarga dan pejabat tinggi serta duta besar. Parkir untuk pejabat tinggi atau setingkat menteri di Kebun Raya Bogor, pejabat lain dari departemen, Polri dan TNI disiapkan parkir di Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi) Jalan Jenderal Sudirman, untuk undangan biasa, bisa parkir di luar kebun raya, Jalan Paledang dan sekitarnya.

Khusus untuk undangan yang parkir di Pusdikzi akan dijemput oleh bus khusus Istana Negara. Sedangkan para pejabat yang telah diantarkan, kendaraannya langsung parkir di Kebun Raya Bogor. Beberapa undangan yang menginap di Hotel Salak, Hotel Pangrango, Hotel Mirah dan lainnya juga disiapkan bus khusus ke Istana Bogor.

Jalan yang ditutup sementara yakni Jalan Jalak Harupat, Jalan Ir. Djuanda (dari pintu gerbang utama sampai depan Kantor Pos. sehingga ada perubahan jalur agar tidak dilintasi kendaraan bukan undangan. Meskipun pengaturan ini akan berlangsung sekiatr 12 jam, namun Polisi tetap menggunakan sistem buka tutup untuk jalur tertentu.

Untuk pengalihan lalulintas akan dimulai sekitar pukul 12.00 wib, kendaraan (motor, angkot dan pribadi) yang akan menuju Pasar Bogor melalui Jalak Harupat dialihkan melalui Jalan Raya Pajajaran sampai Warung Jambu, belok kiri ke Jalan A. Yani, Jalan Jenderal Sudirman, selanjutnya dialihkan lagi ke Jalan Sawojajar, Pasar Anyar, Jalan Dewi Sartika, Jalan Kapten Muslihat, lalu ke Jalan Paledang. Sedangkan kendaraan dari Arah Sukasari dan Empang dialihkan ke Jalan Paledang.

Tidak bisa dibayangkan kemacetan yang luar biasa akan terjadi di beberapa titik pertemuan kendaraan saat berlangsungnya resepsi pernikahan di Istana Bogor.
Sebanyak 700 personil dari Kepolisian dan TNI juga akan diterjunkan untuk menjaga keamanan dan mengatur lalulintas.

Jadi sebaiknya tunda dulu rencana week end di Bogor. Apalagi jika ada niat ke kebun raya, karena, pihak Kebun Raya Bogor juga membatasi kunjungan sampai pukul 17.00 wib. Deffan Purnama

Dari Arsip Majalah TEMPO
Neraca atau Manajemen Bobrok | 07 Maret 2005
Mau Naik Terang-Benderang | 28 Pebruari 2005
Dilema SBY | 28 Pebruari 2005
Skenario yang Berubah | 21 Pebruari 2005
Cabut Subsidi Demi Rakyat Miskin | 14 Pebruari 2005
Memilih Djoko, Menerima Ryamizard | 14 Pebruari 2005
Ekonomi Setelah 100 Hari | 14 Pebruari 2005
Surat Pembaca | 07 Maret 2005
Perlu Undang-Undang Kementerian Negara | 07 Pebruari 2005
Bayangan Atas Nama | 07 Pebruari 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507]. Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kiri) bersalaman dengan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].
Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono dan Ng Yat Chung
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden Yudhoyono Tak Takluk pada Kelompok Koruptor
Mahar Agus Yudhoyono: Uang Rp 872.005
Presiden Yudhoyono Menyatakan Belasungkawa Bom London
Agus Berangkat Menikah dengan Mobil Dinas Ayahnya
Lalu Lintas Kota Bogor Berubah Sementara
Prosesi Pernikahan Putra Yudhoyono Dimulai
Makan Malam Tertutup di Rumah Wakil Presiden
Presiden Tinjau Persiapan Resepsi Pernikahan Putranya
Ketika Awak PPD Menunggu Ketemu Presiden
Presiden: Utamakan Keluarga
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Jangan Sampai Jadi Dokumen Tanpa Arti

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Situs Transjakarta-Busway


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data