Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Tubuh Korban Mutilasi Ditemukan di Tangerang
Jum'at, 08 Juli 2005 | 11:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Polisi menemukan potongan tubuh Yulius Alexander, 29 tahun, yang menjadi korban mutilasi pada Kamis (7/7) pukul 16.30. Potongan tubuh itu ditemukan pada sebuah got lahan kosong di Kampung Rumpak Pinang RT 04/02, Desa Pakulonan Barat, Curug, Kabupaten Tangerang.

"Potongan badannya sudah ditemukan," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Metropolitan Kota Bekasi Komisaris Polisi Suwondo Nainggolan. Potongan dimaksud, mulai leher, badan, sampai lutut. Di lokasi juga ditemukan celana jins biru, kaus biru, dan kain sarung kotak-kotak hijau.

Penemuan itu, Suwondo menambahkan, atas petunjuk para tersangka yang menunjukkan lokasi pembuangan potongan badan mayat Yulius. Sampai kemarin polisi sudah menetapkan empat tersangka, yakni M. Ali, Ejon, Anggi, dan Boy. "Ali dan Ejon sebagai eksekutor dan pembuang mayat," kata Suwondo.

Pertama kali potongan tubuh Yulius ditemukan warga di Kampung Jembatan, Kuburan Cina, Kebon Nanas RT 2/6, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Senin (4/7).

Pada Rabu (6/7), polisi menyegel rumah dan restoran seafood di Perumahan Harapan Jaya, Kelurahan Harapan Jaya. Lokasi ini disegel karena diduga kuat menjadi lokasi pelaku melakukan eksekusi terhadap Yulius.

Dari Jakarta Utara dilaporkan, keluarga korban akan memakamkan potongan tubuh Yulius pada Jumat ini di Tempat Pemakaman Umum Budi Dharma, Semper, Cilincing. "Ada atau tidak ada potongan tubuh lainnya, besok (hari ini) kami akan tetap menguburkan potongan tubuh Yulius," kata Ana Melatunan, nenek korban, ketika ditemui di rumahnya, Jalan Warakas IV, Gang 17 RT 8/14 Nomor 20, Warakas.

Menurut Ana, pihak keluarga akan menguburkan kepala dan kaki Yulius. "Kasihan kalau tidak segera dimakamkan," ujarnya. Hingga kini, orang tua Yulius masih berada di Ambon dan kemungkinan besar tidak bisa menghadiri prosesi pemakaman.

Mama Yulius, Eni Costen, tinggal bersama dua kakak korban. "Ayah Yulius, Matital, adalah pensiunan TNI yang wafat waktu Yulius lulus SMP," kata Ana. Yulius dikenal sebagai anak yang rajin. Setiap pagi, sebelum berangkat bekerja, ia selalu menyapu dan membersihkan rumah.

SISWANTO | EWO RASWA


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Polisi Sudah Identifikasi Pelaku Mutilasi
Kasus Mutilasi Ditangani Dua Polres
Korban Mutilasi Ditemukan di Medan
"Kami Puas, Hutang Nyawa Dibayar Nyawa"
Kejaksaan Eksekusi Hukuman Mati Terhadap Astini
Kakak Adik Pelaku Mutilasi Divonis Mati
Mahasiswi Unsoed Purwokerto Ditemukan Membusuk
Sidang Kasus Mutilasi Dilegar di Polres Banyumas
Pengakuan Para Tersangka Mutilasi Mencla Mencle
Seluruh Pelaku Mutilasi Dinyatakan Sehat Mental
> selengkapnya...


Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Dukun Usep Dieksekusi Regu Tembak di Lebak
DPRD Cirebon Minta Kamar Hotel dan Mobil Baru
Festival Industri Kreatif 2008 Dibuka Hari ini di Bandung
Eksekusi Mati Sumiarsih Sesuai dengan Prosedur
Rencana Penyemayaman Jenazah Sumiarsih Batal

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data