|
F-PKS DPRD DKI Ikut Bentuk Tim Kecil Soal Judi
Jum'at, 08 Juli 2005 | 11:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ahmad Heryawan dari Partai Keadilan Sejahtera membenarkan pembentukan tim kecil yang mengkaji masalah judi. Tim yang beranggotakan pimpinan fraksi dan komisi tersebut dibentuk melalui rapat pimpinan Dewan, beberapa waktu lalu. Di tengah pembentukannya mencuat wacana lokalisasi perjudian di ibukota.
?(Tugasnya) untuk melakukan kajian apa sikap yang harus dilakukan menghadapi masalah perjudian,? kata Ahmad kepada wartawan di ruangannya, Kamis (8/7).
Dalam pembentukannya, Ahmad mewakili pimpinan Fraksi PKS. Partainya sendiri tidak keberatan terhadap pembentukan tim tersebut kendati dalam pembicarannya muncul wacana lokalisasi judi di ibukota. Ia mengakui wacana itu mencuat, tapi tidak di masukkan dalam agenda pembicaraan tim tersebut.
Ahmad menolak mengungkapkan anggota Dewan yang mencuatkan wacana lokalisasi itu dalam proses pembentukan tim kecil itu. Alasannya, itu fatsun politik. Ia menuturkan pembentukan tim itu yang bermula dari rekomendasi Komisi A yang merupakan hasil audiensinya dengan kelompok Mahasiswa Anti Perjudian. Kelompok itu, katanya, meminta agar anggota DPRD mendorong pemerintah daerah dan aparat menindak tegas perjudian.
Rekomendasi yang merupakan hasil rangkuman itu disampaikan ke pimpinan dewan lalu di rapatkan di tingkat pimpinan. Menurutnya, jalannya pembahasan berlangsung wajar. Perwakilan Komisi A, saat itu merekomendasikan agar ada tindakan tegas aparat untuk memberantas judi yang secara hukum jelas dilarang. Komisi A, menurutnya, tidak merekomendasikan membuat tim kecil untuk membahas masalah perjudian.
?Tapi dalam waktu yang sama ada kajian lebih mendalam, mungkin orang bisa menerjamahkan ke dalam kajian lokalisasi, kemudian dibentuklah tim kajian,? kata Ahmad.
Namun, ia tidak mau menyebutkan alasan keharusan pembentukan tim itu. ?Jangan saya yang menjelaskan itu kan fatsun politi,? katanya. Menurutnya, pembentukan tim itu sendiri merupakan keputusan rapat pimpinan setelah ada anggota dewan dalam rapat itu yang menggelontorkan wacana lokalisasi.
Mengenai wacana itu, menurut Ahmad, partainya berjanji akan menentangnya. ?Kalau ada wacana yang muncul mengenai lokalisasi (perjudian) kita akan menentang, itu sudah jelas, tapi kalau kemudian kita ingin menegakkan undang-undang hayo bareng-bareng,? kata Ahmad.
Ia mengamini kalau pembentukan tim itu sendiri merupakan hal yang ganjil. Pasalnya, arus yang sedang berkembang mengarah pada pemberantasan judi seiring dengan terpilihnya calon Kapolri Sutanto yang merupakan figur yang dinilainya punya komitmen memberantas perjudian.
Menurutnya, tim itu sendiri tidak boleh menghasilkan keputusan. Rekomendasi yang dibawa menurut Ahmad harus merupakan kesepakatan semua anggota tim kecil yang terdiri dari ketua fraksi dan pimipnan komisi. ?Tidak akan ada voting di sana,? katanya.
?Pasti ada wacana melokalisasi, tim itu silang pendapatnya agak tajam, kalau tim kecil tidak ada kesepakatan ga mungkin ada rekomendasi, yang pasti kita sebagai warga bangsa terikat dengan hukum yang anti perjudian,? kata Ahmad. Pihaknya sendiri sudah mengambil sikap, katanya, hanya satu yang menjadi solusi perjudian yakni memberantasnya.
ahmad fikri
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|