|
Lalu Lintas Kota Bogor Berubah Sementara
Kamis, 07 Juli 2005 | 18:12 WIB
TEMPO Interaktif, Bogor:Lalu lintas Kota Bogor berubah sementara saat berlangsungnya resepsi pernikahan putra sulung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono, dengan Annisa Larasati Pohan di Istana Bogor, Sabtu (09/07).
Pengalihan sementara lalu lintas kendaraan akan dilakukan beberapa saat sebelum resepsi berlangsung mulai pukul 12.00 hingga 22.00 WIB.
Rombongan pengantin akan datang melalui Jalan Tol Jagorawi, keluar Pintu Tol Bogor, ke Jalan Raya Pajajaran, belok kiri ke arah Istana Bogor melalui Jalan Jalak Harupat, Sempur, kemudian masuk ke pintu gerbang utama (pintu I) seberang markas CPM.
Diperkirakan sekitar pukul 14.00 WIB, iring-iringan mobil pengantin, mobil Presiden, pengawalan Presiden, keluarga dan kerabat mempelai, akan berangkat dari Jalan Senopati, Jakarta. Setibanya di Kota Bogor akan dipandu 12 motor besar dan 4 unit Patwal Polda Jabar.
Untuk undangan pejabat tinggi dan para duta besar akan dikawal oleh Patwal Polresta dan Polwil Bogor. Tamu undangan ini akan masuk melalui pintu II (depan Balaikota Bogor).
Berbeda dengan undangan lainnya, kerabat dan teman mempelai tanpa dikawal dan masuk melalui pintu III (dekat Gereja Zebaoth). Jalur keluar pun sama.
Khusus untuk parkir tamu undangan disiapkan di seputar Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor, dalam Istana untuk keluarga dan pejabat tinggi serta duta besar. Parkir untuk pejabat tinggi atau setingkat menteri di Kebun Raya Bogor. Pejabat lain dari departemen, Polri dan TNI disiapkan parkir di Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi) Jalan Jenderal Sudirman. Untuk undangan biasa, bisa parkir di luar kebun raya, Jalan Paledang dan sekitarnya.
Khusus untuk undangan yang parkir di Pusdikzi akan dijemput oleh bus khusus Istana Negara. Sedangkan para pejabat yang telah diantarkan, kendaraannya langsung parkir di Kebun Raya Bogor. Beberapa undangan yang menginap di Hotel Salak, Hotel Pangrango, Hotel Mirah dan lainnya juga disiapkan bus khusus ke Istana Bogor.
Jalan yang ditutup sementara yakni Jalan Jalak Harupat, Jalan Ir. Djuanda (dari pintu gerbang utama sampai depan Kantor Pos. Akibatnya ada perubahan jalur agar tidak dilintasi kendaraan bukan undangan.
Meskipun pengaturan ini akan berlangsung sekitar 12 jam, namun Polisi tetap menggunakan sistem buka tutup untuk jalur tertentu.
Untuk pengalihan lalu lintas akan dimulai sekitar pukul 12.00 WIB. Kendaraan (motor, angkot dan pribadi) yang akan menuju Pasar Bogor melalui Jalan Harupat dialihkan melalui Jalan Raya Pajajaran sampai Warung Jambu, belok kiri ke Jalan A. Yani, Jalan Jenderal Sudirman, selanjutkan dialihkan lagi ke Jalan Sawojajar, Pasar Anyar, Jalan Dewi Sartika, Jalan Kapten Muslihat, lalu ke Jalan Paledang. Sedangkan kendaraan dari Arah Sukasari dan Empang dialihkan ke Jalan Paledang.
Sebanyak 700 personil dari Kepolisian dan TNI juga akan diterjunkan untuk menjaga keamanan dan mengatur lalu lintas.
deffan purnama
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K21A20603_high_thumb.jpg) |
![Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kiri) bersalaman dengan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K15A40706_high_thumb.jpg) |
| Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
|
|
| Susilo Bambang Yudhoyono dan Ng Yat Chung
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|