Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Adik Kandung Nurdin Halid Bebas
Selasa, 05 Juli 2005 | 20:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Abdul Waris Halid, 32 tahun, terdakwa perkara penyelundupan 73 ribu ton gula ilegal, divonis bebas.

Menurut majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam persidangan, Selasa (5/7) sore, adik kandung Nurdin Halid itu tidak bisa diadili karena pernah dituntut pada perbuatan yang sama dalam perkara lain.

"Terdakwa sebelumnya pernah divonis 1,5 tahun penjara dalam kasus pelanggaran kepabeanan gula ilegal," kata Ketua Majelis Humuntal Pane, yang didampingi anggota Abdul Fattah dan Amril. Menurut hakim, dakwaan jaksa tidak dapat diterima dan perkara korupsi ini dinyatakan gugur.

Majelis hakim juga memerintahkan terdakwa dibebaskan seketika, kecuali adanya putusan yang mengharuskan Kepala Divisi Perdagangan Umum Inkud itu tetap ditahan. Sementara itu, barang bukti yang ada disita oleh negara dan uang senilai Rp 37 juta digunakan dalam pembuktian perkara lain.

Majelis hakim lalu bertanya kepada Waris Halid apakah menerima putusan ini. Spontan, Waris menganggukan kepala seraya menjawab, "Menerima."

Jaksa Penuntut Umum Budi Utarto sebelumnya menuntut Waris sembilan tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta atau tiga bulan penjara. Waris juga dituntut membayar uang pengganti senilai Rp 3 miliar atau hukuman penjara dua tahun. Meski divonis bebas, Waris tetap ditahan atas vonis perkara pelanggaran kepabeanan yang kini pada tahap banding. Ewo Raswa

Dari Arsip Majalah TEMPO
Bila Gula Tak Lagi Manis | 07 Pebruari 2005
Akhirnya Gagoek  | 15 Desember 1998
Disambut Peluru dan Perang Batu  | 30 Maret 1999
"Itu Fitnah.... Tak Ada Lobi-Lobi" | 23 Maret 1999
Nurdin Dituntut Bebas: Ini Dagelan atau Keadilan?  | 23 Maret 1999
Orang Liat dari Timur  | 12 Juli 2004
Gula Pahit Nurdin Halid  | 19 Juli 2004
Semut-Semut Gula Haram  | 05 Juli 2004
Gula Ilegal, Dokumen Aspal  | 05 Juli 2004
Nurdin Halid: "Rini Bohong Besar" | 28 Juni 2004
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Tabloid Pancasila pendukung Nurdin Halid milik adiknya Kadir Halid. [TEMPO/ Tommy Lebang; Digital Image;  20000725].
Tabloid Pancasila

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kejaksaan Ajukan Kasasi Atas Bebasnya Nurdin Halid
Pengadilan Jakarta Selatan Siap Diperiksa MA
DPR Minta MA Evaluasi Pengadilan Jakarta Selatan
Nurdin Halid Bebas
Tahun 2007 Indonesia Tak Lagi Impor Gula
Gula Rafinasi Bisa Kacaukan Harga Gula Pasir
Kasus Gula Ilegal Diserahkan ke Komisi
PTPN IX Targetkan 148 Ribu Ton Gula
Gaji KPU Depok Habis Untuk Kembalikan Utang
Waris Halid Dihukum 1,5 Tahun
> selengkapnya...


Referensi

Jalur Penyelundupan TKI dan Barang Ilegal
Tata Niaga Gula Impor
Profil Nurdin Halid
Kepres RI No. 63 Thn.2003 Tentang Dewan Gula Indonesia

Website

Badan Urusan Logistik
Departemen Pertanian
Kepolisian Negara Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]


Berita Terakhir

Dukun Usep Dieksekusi Regu Tembak di Lebak
DPRD Cirebon Minta Kamar Hotel dan Mobil Baru
Festival Industri Kreatif 2008 Dibuka Hari ini di Bandung
Eksekusi Mati Sumiarsih Sesuai dengan Prosedur
Rencana Penyemayaman Jenazah Sumiarsih Batal

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data