|
Pendaftaran Siswa Baru Kisruh
Selasa, 05 Juli 2005 | 20:03 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kebijakan pemerintah DKI Jakarta yang memberi alternatif pilihan dengan sistem pendaftaran pemusatan di satu sekolah membuat kekisruhan di lapangan. Seperti di Rayon Jatinegara, ribuan calon siswa dan orang tua harus antre hingga dua hari. Jumlah calon pendaftar dari luar DKI ternyata sangat membeludak.
Ribuan calon siswa dan orang tua kemarin tampak kelelahan menunggu antrean formulir untuk mendaftar di sekolah yang dituju. Mereka berasal dari luar DKI Jakarta, seperti Tangerang, Bogor, Depok, dan Bekasi sudah mendaftar di rayon 9 Jatinegara di SMA 54.
Mereka mengaku sudah mendaftar di SMA 54 sebagai pool rayon Jatinegara sejak Senin (4/7). Namun, hingga kemarin ratusan orang belum dipanggil untuk mendapat formulir untuk sekolah yang dipilih. Mereka ada yang antre sampai malam. "Ada tuh tetangga saya yang baru dipanggil pukul satu malam," kata Nyonya Teti, orang tua siswa.
Panitia penerimaan siswa baru dari Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi mengaku tak menyangka banyaknya calon pendaftar ini. "Padahal ini pendaftaran belum dimulai. Ini baru prapendaftaran," kata Irman Idham, Kepala Seksi Pendidikan SMA Suku Dinas Pendidikan Menengah Tinggi Jakarta Timur. Mengenai pelayanan hingga larut malam, menurut Irman, itu karena orang tua memaksa diselesaikan malam itu juga.
Di Jakarta Selatan, sistem penerimaan siswa SMA baru dari luar DKI yang berpusat di SMAN 70 juga diwarnai kebingungan dan kekecewaan orang tua siswa. Mereka harus antre berjam-jam untuk mendapatkan surat tanda bukti dari SMAN 70 untuk digunakan mendaftar ke SMA-SMA negeri di wilayah DKI, khususnya Jakarta Selatan, pada 8 Juli nanti.
"Saya dibiarkan menunggu lama tanpa kepastian, sedangkan anak saya harus segera mendaftar dan waktunya tinggal satu hari," ujar Syaiful, orang tua siswa. Sementara itu, Adrian, siswa SMP Penabur, mengaku juga kerepotan dengan sistem ini.
Kasudin Dikmenti Jakarta Selatan Katiyono menyayangkan sikap orang tua yang terlalu banyak mengeluh. "Biarkan saja proses berlangsung. Kalau mengeluh berarti tidak sayang anak," ujar Katiyono.
Di Jakarta Utara, proses prapendaftaran penerimaan siswa baru sepi. Bahkan berdasarkan data dari SMA 13 Koja, Jakarta Utara, yang menjadi pusat pendaftaran siswa baru dari luar DKI, hingga hari kedua pendaftaran kemarin baru sekitar 200 orang mendaftar. Padahal, menurut Koordinator Pendataan Prapendaftaran PSB, M. Syaiful, di wilayah lain pendaftar membeludak.
Di Kabupaten Tangerang, kalangan anggota DPRD setempat meminta Bupati Tangerang Ismet Iskandar menindak tegas kepala sekolah yang terbukti melakukan pungutan yang mengatasnamakan dana penerimaan siswa baru. Sebab, kutipan dalam bentuk apa pun tidak dibenarkan karena sudah disiapkan anggaran untuk kebutuhan itu.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Moch. Sobri menyatakan, kepala daerah dan pejabat dinas terkait sepatutnnya konsisten dengan kebijakan menyangkut pendaftaran siswa baru. Ia mengaku, beberapa hari terakhir menerima SMS dari masyarakat tentang adanya pungutan biaya pendaftaran siswa baru.
dian y | rengga d | joniansyah | ewo raswa
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|