Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Koalisi LSM Tolak Kenaikan Tarif Air
Senin, 04 Juli 2005 | 22:10 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Koalisi beberapa lembaga swadaya masyarakat menolak keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menaikkan secara berkala tarif air minum sebesar 9,49%. "Kenaikan ini tidak berpihak kepada konsumen," ujar salah seorang peneliti di Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Ani Sumantri, di Jakarta, hari ini, Senin (4/7).

Keberatan ini, menurut Ani, didasarkan atas beberapa fakta yang selama ini dialami masyarakat Jakarta pengguna jasa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jakarta Raya. Di antaranya, kenaikan tarif paling tinggi justru terjadi pada kelompok umur pelanggan sosial (kelompok I) dan keluarga miskin (kelompok II), yaitu sekitar 63%.

Di samping itu, sebuah studi dari staf peneliti YLKI lainnya, Endah Shofiani, menemukan 50% penduduk Jakarta mengalokasikan 10% pendapatan per bulannya untuk mengakses air bersih dari yang ideal hanya berkisar 4%.

Sebelumnya diberitakan, tarif air minum DKI Jakarta mengalami kenaikan berkala sebesar 9,49% terhitung sejak Jumat (1/7) lalu. Kenaikan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur nomor 130/2005 tentang pemberlakukan penyesuaian tarif otomatis (PTO).

Lembaga yang tergabung dalam koalisi ini adalah Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Komparta (Komunitas Pelanggan Air Minum Jakarta), KPAM (Komite Pelanggan Air Minum Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Pusat) dan Aikindo (Asosiasi Kontraktor Indonesia), UPC (Urban Poor Consorcium), KRUHA (Koalisi Rakyat untuk Hak atas Air) dan MAMI (Masyarakat Air Minum Indonesia).

Koalisi menuding adanya ketidakadilan yang dilakukan badan regulator dengan disetujuinya keputusan ini. Pasalnya, dalam pertemuan antara badan regulator dengan perwakilan koalisi LSM sebelum proses kenaikan tarif tersebut, telah disepakati untuk mengeluarkan unutilised asset yang bukan berasal dari kesalahan konsumen.

Namun, sampai kenaikan tarif PTO disetujui Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, hal itu tidak pernah tersampaikan. "Terbukti badan ini tidak bisa menjalankan fungsi dengan adil untuk mewadahi kepentingan konsumen dan penyedia jasa air," kata Ani.

Yang juga menjadi keberatan koalisi adalah tidak pernah terpenuhinya asas transparansi dari laporan audit PT Palyja dan PT Thames Jaya sebagai pemberi jasa air. "Akses konsumen terhadap hasil audit sangat terbatas," kata Ani lagi.

Dengan berbagai pertimbangan inilah, koalisi menuntut pembatalan terhadap kenaikan PTO. "Sangat tidak adil dan di luar pertimbangan kaidah-kaidah dalam perspektif ekonomis, teknis maupun sosial," katanya.

Rinaldi D Gultom

Dari Arsip Majalah TEMPO
Ketika Logam Mudah Keropos | 28 Maret 2005
Bisnis Sepekan | 28 Maret 2005
Simpang-Siur Bisnis Basah | 21 Maret 2005
Bukti, Bukan Hanya Berita | 24 Januari 2005
Air Prancis, Air Inggris di Jakarta  | 29 Desember 1998
Terkatung-katung di Umbulan | 01 November 2004
Ganjalan Menjelang Paripurna  | 15 Desember 2003
Surat Pembaca | 24 November 2003
Lika-Liku Air Mengalir  | 17 Mei 2004
Ketika Air Harus Memihak  | 22 September 2003
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Seorang pegawai sedang mengecek kadar air di laboratorium instalasi produksi I, Perusahaan Daerah Air Minum/ PDAM DKI Jakarta, 20 November 2000 [ TEMPO/ Awaluddin R; 32D/162/2001; 20010315].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010506-070 Laboratorium untuk mengetahui/ meneliti kadar air di instalasi produksi I, Perusahaan Daerah Air Minum/ PDAM DKI  Jakarta, 20 November 2000 [TEMPO/ Awaluddin R.; 32D/162/2001; 20010315].
Mengecek Kadar Air
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden : Air Bersih Semakin Menjadi Barang Langka
Presiden Resmikan Proyek Air Bersih di Wonogiri
Warga Kemang Pratama Protes Soal Air dan Keamanan
Palyja Tutup Sambungan Air Ilegal
Sumur Warga Karanganyar Tercemar
Air PDAM Terkontaminasi Bahan Kimia
Presiden: Indonesia Krisis Air
Pipa Air TPJ Disumpal Karung Beras
Perbaikan Bendung Bekasi Molor
Kali Cihoe Bekasi akan Dibendung
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 82 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air
Keppres RI No. 114 Tahun 1999 Tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur
Kepres RI No. 83 Thn.2002 Tentang Perubahan Atas Kepres No. 123 Thn.2001 Tentang Tim Koordinasi Pengelolaan Sumberdaya Air
> selengkapnya...

Website

Berita Bumi


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Ford Naik Lima Peringkat di CSI
Tiga Perempuan Peneliti Raih Fellowship For Women in Science 2008
Indonesia “Juara”
Presiden Dukung Komisi Amandemen UUD 1945
Direktur Kedaulatan Rakyat Meninggal

<< July,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data